KLASIFIKASI TAMU DALAM MICE - Kelas XI UPW Bab 5
KOMPETENSI DASAR :
3.5. Mengalisis Tamu atau Delegasi
yang akan datang
4.4. Melakukan Klasifikasi Tamu
atau Delegasi yang akan datang
TUJUAN PEMBAELAJARAN :
Setelah mempelajari bab ini siswa
diharapkan mampu :
1. menjelaskan pengertian tamu
2. menganalisis pentingnya tamu dalam
penyelenggaraan MICE
3. mempraktekkan cara menerima tamu dalam
penyelenggaraan MICE
4. mengklasifikasi jenis-jenis tamu.
Kehadiran
tamu tidak dapat dilhindari selama penyelengaraan MICE. Kehadiran tamu di suatu
penyelengaraan MICE membawa berbagai kepentingan dan keperluan. Misalnya
menjalin kerja sama, ingin menggunakan output organisasi tersebut, ingin
menjadi customer, hendak menggunakan jasa organisasi tersebut, atau harnya
sekadar berkunjung.
Oleh
karena itu, tamu dapat disebut sebagai iklan hidup bagi organisasi atau pihak
penyelenggara MICE. Organisasi penerima tamu antar-instansi tidaklah sama. Tata
cara menerima tamu dan mengatur tamu pada dasarnya bergantung pada jenis-jenis tamu
dalam penyelengaraan MICE. Pada bab ini akan dijelaskan jenis-jenis tamu dalam
penyelenggaraan MICE.
A.
Memahami Tamu.
Istilah tamu merupakan
suatu bagian yang tidak terpisahkan dari program MICE. Seorang tamu layak
mengharapkan dan mendapatkan pelayanan yang profesional darà pihak penyelenggara
MICE. Setiap tamu menginginkan mendapat sesuatu yang melebihi nilai yang
diharapkannya dari harga yang mereka bayar. Hal yang perlu dihindari oleh seorang
resepsionis yakni jangan sampai membuat tamu memiliki kesan bahwa harga yang
mereka bayar tidak sepadan dengan pelayanan yang mereka peroleh.
1.
Tamu
Arti
kata tamu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yakni orang yang datang
berkunjung ke tempat orang lain atau orang yang datang ke perjamuan. Tamu
adalah pihak yang datangnya dari berbagai negara dan menjadi peserta dalam
acara MICE dan setiap negara memiliki tujuan yang berbeda sesuai dengan
kebutuhan.
Beberapa pengertian
tamu menurut beberapa ahli.
a. Wursanto
Tamu menurut Wursanto adalah tamu
organisasi, badan, lembaga, atau perusahaan yaitu orang, baik sebagai pejabat
utusan dari suatu lembaga maupun sebagai pribadi yang berkunjung ke lembaga
lain untuk kepentingan kedinasan maupun untuk kepentingan pribadi.
b. Soemarto dan Dwiantara
Tamu menurut Soemarto dan Dwiantara
adalah tamu organisasi atau perusahaan dapat seseorang atau sekelompok orang
dengan membawa satu atau beberapa kepentingan, baik itu kepentingan dirinya
sebagai pribadi maupun kepentingan orang lain, termasuk kepentingan organisasi
tertentu karena mereka utusan organisasi tersebut.
Seorang
tamu sangat menentukan berlangsungnya suatu bisnis. Hal ini karena tamu
merupakan sumber penghasilan atau pendapatan suatu bisnis hotel. Sebagaimana
yang telah dijelaskan tersebut bahwa seorang tamu adalah bagian yang tidak
terpisahkan dari bisnis MICE. Dengan demikian, seorang tamu layak mengharapkan
dan mendapatkan pelayanan yang profesional dari pihak penyelenggara MICE.
Berdasarkan pengertian
tamu, dapat disimpulkan bahwa peran tamu atau delegasi sangat penting dalam
penyelenggaraan MICE. Oleh karena itu, faktor utama adalah bagaimana memberikan
pelayanan yang prima kepada setiap tamu.
2. Hal yang Harus Diperhatikan dalam Mengelola
Tamu.
Pada
dasarnya, semua pihak penyelenggara MICE harus menanamkan dalam benaknya ada
hal terpenting, yakni dalam pelayanan harus mementingkan kenyamanan setiap
tamu. Pimpinan maupun karyawan yang terlibat dalam penyelengaraan MICE harus
berusaha menarik dan mendatangkan tamu; melayani tamu dengan baik selama acara
MICE berlangsung; serta berusaha agar para tamu ingin kembali lagi di masa yang
akan datang untuk menyelenggarakan MICE.
Berikut ini beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam penyambutan tamu.
a. Menyambut dengan sepenuh hati.
Etika yang cukup utama dalam
penyelenggaran MICE yakni pemberian sambutan yang tulus terhadap tamu. Apabila
sambutan yang Anda berikan tidak tulus, tamu akan merasakannya. Dengan
demikian, perhatikan beberapa hal berikut agar sambutan Anda terasa lebih
tulus.
1.
Menyambut
tamu dengan ramah, sopan, dan penuh semangat secara tulus.
2.
Jika
Anda berada di ruangan tertutup, segeralah beranjak untuk membukakan pintu bagi
tamu Anda. Memberi sambutan dengan sesegera mungkin untuk menandakan bahwa Anda
menghormati atau menghargai tamu yang datang berkunjung.
3.
Dalam
menerima tamu pada kondisi duduk memang tidak salah. Namun lebih baik apabila
Anda menerima tamu dengan berdiri, memberikan salam, dan berjabat tangan pada
awal perjumpaan
b. Cara duduk tepat untuk tamu
Terdapat suatu kewajiban yang perlu
dilakukan, yakni memberikan tempat duduk yang nyaman bagi para tamu. Jika di kantor
terdapat ruangan khusus untuk menerima tamu, Anda harus segera persilakan
tamu untuk menuju ruang tamu dan mempersilakan tamu duduk.
Apabila sudah berada di kursi atau
sofa panjang, persilakan tamu untuk duduk di sebelah kanan. Setelah tamu duduk, baru
Anda dapat menanyakan identitas dan maksud tujuan kedatangan tamu tersebut.
c. Perhatikan adanya janji temu.
Hal yang perlu diperhatikan yaitu
apakah sudah ada janji temu yang dibuat oleh tamu. Jika sudah ada janji temu
yang dibuat dan Anda sudah mengetahui identitas tamu, Anda tidak perlu lagi
menanyakan identitas tamu. Hal tersebut, akan lebih baik apabila Anda
menunjukkan bahwa Anda telah menunggu kehadiran tamu dan langsung
mempersilakannya masuk menuju ruangan yang dituju.
Jika posisi Anda adalah sekretaris
atau asisten pimpinan, sebaiknya Anda menghubungi pimpinan terlebih dahulu
sebelum mempersilakan tamu masuk. Selain itu, tanyakan apakah pimpinan sudah
siap untuk menerima tamu. Jika seorang tamu diharuskan untuk menunggu sebentar
dan Anda mempunyai beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan sementara tamu
menunggu, perlu disampaikan pada tamu dengan penjelasan yang baik dan sopan.
d. Beri pelakukan yang baik
Anda harus selalu perlakukan tamu
dengan baik. Dalam hal ini, jika tamu tersebut salah alamat atau datang hanya
untuk mengajukan suatu keluhan maupun keberatan terhadap perusahaan Anda.
Selain itu, jika tamu diharuskan untuk menunggu, tamu dapat diberikan suguhan
berupa kopi, makanan ringan maupun majalah.
e. Cara mengantar tamu.
Etika menerima tamu di kantor yang
tidak kalah penting adalah cara Anda untuk mengantar tamu, ketika ia hendak
pulang. Berikan kesan yang baik pada tamu dengan selalu ucapkan terima kasih
kepada tamu yang datang karena ia telah berkunjung ke kantor Anda. Apabila
memungkinkan, antarkan tamu tersebut hingga ke pintu keluar.
3.
Pentingnya Penampilan Diri dalam Melayani
Tamu MICE.
Penampilan
diri penting bagi seseorang dalam kehidupan sehari-hari, terlebih lagi bagi
mereka yang bekerja sebagai tenaga pelayanan seperti pegawai negeri, pelayan
toko, tenaga penjualan, kalangan eksekutif bisnis, para pengajar atau
instruktur, dan sebagainya. Kompetensi yang perlu dipelajari untuk
berpenampilan serasi, menarik, resmi, sopan, luwes, serta sesuai dengan etiket
dan tata krama pergaulan kantor.
a. Memahami penampilan diri (grooming)
Anda perlu mengetahui arti kata
grooming dari pendapat para ahli, sebelum Anda mengetahui cara menjaga standar
keamanan penampilan pribadi. Berikut beberapa arti kata grooming yang perlu
dipahami.
1.
Menurut
Kamus Bahasa Inggris Indonesia, kata "groom"
artinya mengurus, merawat, rapi, atau pelihara.
2.
Grooming
secara harfiah berarti penampilan diri.
3.
Dalam
penampilan prima, arti "grooming" yakni suatu penampilan diri tenaga
pelayanan pada waktu bekerja serta memberikan pelayanan kepada kolega dan
pelanggan.
4.
Penampilan
diri (grooming) sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi bagi yang
bekerja sebagai tenaga pelayanan seperti pegawai negeri, pelayan toko, tenaga
penjualan, kalangan eksekutif bisnis, dan lain-lain sehingga perlu
berpenampilan serasi dan menarik.
5.
Dalam
bahasa Inggris, istilah "well
groomed" digunakan untuk menggambarkan orang berbusana resmi dengan
baik dan menarik. Busana yang baik dan resmi berarti penampilan yang rapi,
sopan, luwes, serasi, dan menarik (personal appearance) sesuai dengan etika dan
tata krama pergaulan.
6.
Grooming
secara singkat adalah penampilan seseorang, dimulai dari cara berpakaian hingga
tutur kata dan sopan santun.
Jadi, kecantikan atau ketampanan
bukan hanya dilihat dari luar saja, melainkan juga harus diiringi dari dalam
(inner-beauty). Oleh karena itu, perilaku juga harus diperhatikan dalam
berpenampilan.
b. Fungsi dan tujuan grooming
Apa pun kegiatan Anda pada
kehidupan sehari-hari selalu dihadapkan pada tata aturan saat melakukan sesuatu
yang diuraikan dalam tahap-tahap kegiatan atau langkah-langkah pelaksanaan
suatu kegiatan. Setiap kantor mempunyai tata aturan pelaksanaan kegiatan yang
berbeda-beda sesuai dengan jenis aktivitasnya. Namun secara umum sering
dijumpai kesamaan dalam langkah-langkah mengenai sesuatu kegiatan. Hal inilah
yang disebut dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Maksud tata aturan tersebut
termasuk pentingnya grooming bagi perusahaan. Terbukti grooming dapat
memengaruhi para pelanggan atau pengunjung. Berikut ini beberapa tujuan
dilakukannya grooming.
1.
Penampilan
pegawai mengatasnamakan suatu lembaga atau perusahaan. Jadi, penampilan pegawai
harus disukai oleh orang lain atau pelanggan.
2.
Penampilan
pegawai mencerminkan kepribadian yang baik dan memberikan kesan positif dari
tamu-tamu perusahaan.
3.
Penampilan
para pegawai bertujuan agar selaras dengan nilai-nilai keindahan dan tata krama
yang berlaku dalam kehidupan seluruh lapisan masyarakat.
4.
Adanya
kesadaran bahwa kecantikan bukan semata-mata dari bentuk wajah saja, tetapi
dari hati nurani yang tulus dan ikhlas sehingga keluar pancaran kecantikan dari
dalam (inner-beauty).
c. Standar penampilan diri.
Standar penampilan pribadi secara
umum yang perlu diperhatikan oleh tenaga pelayanan antara lain sebagai berikut.
1. Berias sewajarnya.
Berias janganlah berlebihan. Berias
untuk pergi ke sekolah atau tempat kerja hendaknya sekadarnya saja. Berias
secara berlebihan dapat menimbulkan kesan tidak baik. Apalagi bagi tenaga
pelayan, tidak pantas memakai kosmetik secara berlebihan.
Demikian juga dalam mengunakan
perhiasan seperti anting, kalung, gelang, cincin, dan jam tangan hendaknya
tidak berlebihan. Memakai perhiasan emas secara berlebihan dapat memicu tindak
kejahatan di mana pun. Tidak sedikit perempuan yang mengenakan perhiasan emas
secara berlebihan menjadi korban perampasan penjahat.
2. Berbusana yang
resmi
Well groomed adalah istilah dalam bahasa
Inggris. Hal ini digunakan untuk menggambarkan orang yang berbusana resmi.
Berbusana resmi berarti mengenakan pakaian secara resmi sesuai dengan etiket
pergaulan yang berlaku dalam masyarakat. Pakaian resmi untuk pegawai negeri dan
karyawan swasta tidaklah sama.
Berbusana resmi negara bagi Pegawai
Negeri Sipil (PNS) ada peraturannya. Surat Keputusan Presiden RI Nomor 18 Tahun
1972 tentang Pakaian Pejabat Sipil menegaskan bahwa pakaian resmi bagi PNS
adalah PSH, PSR, PSL, dan PSN. Surat Keputusan Menhankam/Pangab Nomor 569/N/I75
tanggal 22 Mei 1975 tentang Pakaian Anggota ABRI/TNI yaitu PDU (I II III IV)
PDH, dan PDL (I dan II).
Akibat pengaruh budaya global,
pakaian resmi untuk laki-laki adalah kemeja lengkap dengan dasinya. Padahal menurut
tradisi budaya dari bangsa adalah Indonesia, pakaian resmi laki-laki adalah
pakaian adat, seperti baju Takwa pakaian teluk belangga, pakaian adat ala
Jakarta, dan sebagainya.
Berikut ini pakaian resmi menurut
tata cara berbusana internasional yang perlu dipahami dengan seksama.
a. Pakaian
lengkap
Pakaian lengkap bagi laki-laki
terdiri atas pentalon, jas, dan dasi. Pejabat negara pada waktu upacara
kemerdekaan harus mengenakan pakaian resmi berupa jas lengkap dengan dasinya,
kecuali pada kartu undangan tertulis "sports
shirt" atau "no
jacket".
b. Pakaian
resmi (black tie)
Pakaian resmi bagi laki-laki yakni
celana hitam, kemeja putih, dasi kupu-kupu hitam, kaos kaki hitam, dan sepatu
hitam. Penggunaan pakaian resmi di Indonesia sangat fleksibel. Jadi, tidak
harus selalu berpakaian kemeja dan berdasi.
c. Dark
suit
Dalam budaya Indonesia, jenis dark
suit dianggap sebagai pakaian resmi. Pakaian jenis ini boleh dipakai sebagai
pakaian sehari-hari. Pejabat negara boleh memakal baju batik pada acara resmi
kenegaraan di Indonesia. Dalam hal ini yang penting sopan.
d. Berusaha
tampil cantik atau tampan.
Kecantikan seorang wanita bukan
ditentukan oleh paras yang cantik. Namun kecantikan ditentukan oleh sifat-sifat
kepribadian yang baik, jujur, setia, ramah, halus tutur katanya, percaya diri,
mandiri, dan keibuan. Demikian juga ketampanan yang ditentukan oleh sifat
kepribadian seperti berwibawa, bertanggung jawab, percaya diri, sikap
melindungi, jantan, sportif, dan rela berkorban.
Ketampanan atau kecantikan tidak menjamin
seseorang (laki-laki atau perempuan) pasti tampil menarik. Oleh karena itu,
Anda harus berusaha menghilangkan sifat-sifat kepribadian yang buruk agar dapat
tampil menarik. Misalnya menghilangkan sifat-sifat sombong, angkuh, mudah
marah, dan sebagainya.
B. Klasifikasi Tamu
Setiap tamu ingin
memperoleh sesuatu yang melebihi nilai yang diharapkannya dari harga yang
dibayar. Oleh karena itu, seorang resepsionis jangan membuat tamu memiliki
kesan bahwa harga yang dibayar tidak sepadan dengan pelayanan yang diperoleh.
Pada umumnya, jenis-jenis tamu dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
1. Domestic Tourist.
Domestic tourist
merupakan para wisatawan lokal atau daerah yang tinggal atau menginap pada
suatu hotel. Contoh: pada waktu weekend, special function, dan atau untuk
aktivitas lain.
2. Foreign Tourism.
Foreign tourism atau
wisatawan asing, yakni orang yang melakukan perjalanan wisata yang datang
memasuki suatu negara lain yang bukan merupakan negara di mana ia biasanya
tinggal. Istilah wisatawan asing saat ini populer dengan sebutan wisatawan
mancanegara.
Domestic
foreign tourist adalah orang asing yang bertempat tinggal pada suatu negara
yang melakukan perjalanan wisata di wilayah negara di mana ia tinggal. Orang
tersebut bukan warga negara di mana ia berada tetapi Warga Negara Asing (WNA)
yang karena tugas dan kedudukannya menetap dan tinggal pada suatu negara.
Domestic tourist adalah Wisatawan Dalam Negeri (WDN), yaitu seorang warga
negara yang melakukan perjalanan negaranya, wisatawan semacam ini lebih dikenal
dengan wisatawan nusantara.
Foreign
tourist adalah warga negara tertentu yang karena tugas atau jabatannya berada
di luar negeri dan pulang ke negara asalnya untuk melakukan perjalanan wisata
di wilayah negaranya sendiri. Transit tourist adalah Wisatawan yang sedang melakukan
perjalanan wisata ke suatu negara tertentu yang menumpang kapal udara atau
kapal laut ataupun kereta api yang terpaksa singgah pada suatu
pelabuhan/airport/stasiun bukan atas kemauannya sendiri.
Biasanya
hal ini terjadi apabila ada pergantian transportasi yang digunakan untuk
meneruskan perjalanan ke negara tujuan atau menambah penumpang atau mengisi
bahan bakar lalu melanjutkan perjalanan ke tujuan semula. Waktu yang cukup lama
untuk pergantian tersebut itulah yang digunakan oleh penumpang untuk tour di
tempat yang disinggahinya.
Business tourist adalah
orang yang mengadakan perjalanan untuk tujuan lain bukan wisata, tetapi
perjalanan wisata itu dilakukan setelah tujuan utamanya selesai. Jadi,
perjalanan wisata merupakan perjalanan sekunder setelah tujuan primernya.
3.
FITs (Free Independent Travellers)
Free Independent
Travellers merupakan jenis tamu yang melakukan perjalanan secara sendiri (individual). Jenis tamu ini tidak
terikat dalam satu rombongan atau grup. Jenis tamu ini melakukan reservasi
langsung dan umumnya hanya mereservasi kamar (room only).
4. SITs (Special Interest Tours)
Tamu SlTs atau Special
Interest Tours ialah jenis tamu suatu rombongan yang berkunjung ke suatu
tempat, biasanya dengan tujuan khusus seperti mengunjungi tempat wisata dan
sebagainya.
5. CIPs (Commercially Important Persons).
Tamu jenis ini yakni
jenis tamu executive dari suatu perusahaan besar yang selalu berpergian dan
menginap di hotel yang mewah. Pada jenis tamu ini biasanya reservasi kamar
dilakukan oleh seorang sekretaris.
6. SPATTs (Special Attention Guests)
Jenis tamu SPATTS atau
Special Attention Guests merupakan jenis tamu yang membutuhkan perhatian lebih
atau perhatian khusus. Contoh: tamu yang sudah tinggal lama dalam sebuah hotel,
tamu hotel yang sakit, tamu yang sudah lanjut usia, tamu hotel yang cacat, dan
tamu hotel yang lain.
7. VIPs (Very Important Persons)
Tamu jenis VIP atau
Very Important Persons ialah jenis tamu yang dianggap penting dalam sebuah
hotel. Contoh: selebritis, tamu-tamu yang menginap di kamar yang harganya
mahal, para pejabat pemerintahan, executive dari perusahaan, tamu-tamu yang
sering menginap di hotel, dan sebagainya.
8. Regular Guest
Regular guest merupakan
jenis tamu yang menginap di sebuah hotel, umumnya tamu tersebut menginap pada
sebuah hotel tanpa membuat reservasi terlebih dahulu. Contoh: businessman atau
business travellers. Regular guest sering disebut dengan istilah walk-in guest.
Semua
tamu yang datang dalam program MICE layak mendapatkan pelayanan prima oleh
pihak hotel. Maka dari itu, pihak penyelenggara MICE harus selalu ingat bahwa
setiap tamu adalah istimewa (every guest
is special one). Dengan cara pandang bahwa penyelenggara MICE akan
memperolah feed back yang baik dari setiap
tamu. Sikap profesional seorang resepsionis sangat diperlukan sehubungan dengan
pelayanan yang diberikannya kepada setiap tamu.
C. Wisatawan sebagai Tamu dalam Penyelenggaraan MICE.
Wisatawan adalah
individu atau kelompok individu yang mempertimbangkan dan merencanakan daya
beli yang dimilikinya. Dalam hal ini, tujuannya meliputi perjalanan rekreasi
dan berlibur, ketertarikan dan memiliki motivasi tertentu atas perjalanan, pengalaman
perjalanan, keinginan untuk menambah wawasan, serta tertarik oleh pelayanan
yang diberikan suatu daerah tujuan wisata yang dapat menarik pengunjung di masa
yang akan datang. Berdasarkan sifat perjalanan dan ruang lingkup, perjalanan
wisatawan dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1. Wisatawan Asing (Foreign Tourist)
Wisatawan asing yakni
orang asing yang melakukan perjalanan wisata dengan datang memasuki negara lain
yang bukan merupakan negara asalnya.
2. Wisatawan Asing Domestik (Foreign Domestic Tourist)
Wisatawan asing
domestik yakni wisatawan asing yang berdiam di suatu negara dan melakukan
perjalanan wisata di wilayah negara di mana ia berdiam.
3. Wisatawan Domestik (Domestic Tourist)
Wisatawan domestik
termasuk jenis wisatawan dalam negeri, yaitu warga suatu negara yang melakukan
perjalanan wisata dalam batas wilayah negaranya sendiri.
4. Wisatawan Domestik Asing (Indigenous Tourist)
Wisatawan domestik
asing yakni warga suatu negara tertentu, namun karena tugasnya di luar negeri
kemudian pulang ke negara asalnya dan melakukan perjalanan wisata di wilayah
negara asalnya.
5. Wisatawan Transit (Transit Tourist)
Wisatawan transit yakni
jenis wisatawan dalam perjalanan wisata ke suatu negara tertentu yang terpaksa
singgah di suatu negara bukan atas kemauannya sendiri.
6. Wisatawan Bisnis (Business Tourist)
Wisatawan bisnis yakni
orang (baik orang asing maupun warga negara sendiri) yang melakukan perjalanan
bukan dengan tujuan sebagai wisata, namun perjalanan wisata akanndilakukan
setelah tujuan utama selesai.
Rangkuman
Tamu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah
program MICE. Oleh karena itu, seorang tamu layak mengharapkan dan mendapatkan
pelayanan yang profesional dari pihak penyelenggara MICE.
Tamu adalah pihak yang datangnya dari berbagai negara
dan menjadi pesertandalam acara MICE dan masing-masing mempunyai tujuan yang
berbeda sesuai dengan kebutuhan.
Etika menerima tamu yang tidak kalah penting adalah
tentang cara mengantarntamu ketika ia hendak pulang. Beri kesan yang baik pada
tamu dengan selalu ucapkan terima kasih kepada tamu yang datang karena ia telah
berkunjung. Apabila memungkinkan, antarkan tamu tersebut hingga ke pintu
keluar. Grooming adalah penampilan
seseorang yang dimulai dari cara berpakaian hingga tutur kata dan sopan santun.
Tamu jenis domestik adalah para wisatawan lokal atau
daerah yang tinggal atau menginap pada suatu hotel, misalnya pada waktu
weekend, special function, dan atau untuk aktivitas lain.
Tamu jenis FITs atau Free Independent Travellers
adalah tamu yang melakukan perjalanan secara sendiri (individual) dan tidak
terikat dalam satu rombongan atau grup. Biasanya jenis tamu ini melakukan
reservasi langsung dan umumnya hanya mereservasi kamar (room only).
Tamu jenis VIP atau Very Important Persons adalah tamu
yang dianggap penting dalam sebuah hotel seperti selebritis, tamu-tamu yang
menginap di kamar yang harganya mahal, para pejabat pemerintahan, executive
dari perusahaan, tamu-tamu yang sering menginap di hotel, dan sebagainya.
*****
Comments
Post a Comment