GANGGUAN KESEHATAN AKIBAT KERJA - SHKK Kelas X Bab 9
A. Penyakit-penyakit Akibat Kerja
Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang mempunyai
peryebab yang spesifik atau memiliki hubungan yang kuat dengan pekerjaan.
Biasanya terdapat hubungan antara proses penyebaran penyakit dan hal-hal yang
berkaitan dengan lingkungan kerja.
Faktor lingkungan kerja sangat berpengaruh dan
berperan sebagai penyebab timbulnya penyakit akibat kerja. Faktor lingkungan
kerja yang menjadi penyebab timbulnya penyakit, seperti cara melakukan pekerjaan.
Selain itu, ada banyak faktor pernyebab penyakit akibat kerja, berikut
faktor-faktor penyebabnya.
1. Faktor
Fisik
Seseorang yang bekerja di mana pun merasakan kelelahan
fisik. Kelelahan fisik dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Faktor fisik dapat
memengaruhi kesehatan para karyawan yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
a.
Suara keras yang berasal dari getaran mesin,
yang dapat menyebabkan para karyawan mengalami ketulian dan stres.
b.
Gangguan pernapasan yang diakibatkan ruangan
yang lembab atau berdiam di ruangan sejuk dalam jangka waktu yang cukup lama,
c.
Radiasi sinar radioaktif dan sinar ultraviolet
dapat menyebabkan penyakit kulit, radiasi sinar inframerah juga bisa
mengakibatkan katarak pada lensa mata.
d.
Suhu yang tinggi menyebabkan "heat stroke" (kondisi suhu
tubuh mencapai lebih dari 400), "heat
cramps" (kejang otot) atau "hyperpyrexia"
(demam tinggi yang terjadi pada anak-anak dengan suhu di atas 410),
sedangkan suhu yang rendah atau dingin dapat menyebabkan "frostbite" (Kondisi jaringan tubuh membeku dan rusak
karena paparan suhu yang rendah).
e.
Tekanan yang tinggi dalam air menyebabkan “caisson disease" gejalanya adalah
pusing, kesulitan bernapas, nyeri sendi dan perut. Gejala-gejala itu timbul
setelah seseorang beralih dari tekanan tinggi ke tekanan yang rendah dengan kecepatan
yang tinggi. Biasanya dialami oleh pekerja-pekerja jembatan yang sering berada
di dalam air, dan tubuhnya tidak mampu beradaptasi dengan perubahan tekanan
yang cepat.
f.
Penerangan lampu yang kurang baik dapat
menyebabkan kelainan pada indra penglihatan atau kesilauan yang memudahkan
terjadinya kecelakaan.
2. Faktor
Kimiawi
Seseorang yang bekerja di tempat atau lingkungan kerja
yang sering berkontak langsung dengan bahan-bahan kimia dapat mengakibatkan
gangguan kesehatan tubuh, seperti hal-hal sebagai berikut:
a.
Debu yang menyebabkan pneumoconioses (penyakit
akibat penimbunan debu di dalam jaringan paru-paru), di antaranya: silicosis,
asbestosis, dan lain sebagainya.
b.
Uap yang menyebabkan "metal fume
fever" (sakit yang disebabkan karena terhirup zat kimia, seperti Zinc
Oxide (ZnO), Magnesium oxide (MgO). Gejala seperti flu, demam, dan sakit
kepala).
c.
Gas, misalnya keracunan oleh CO, H2S, dan lain
sebagainya.
d.
Larutan, misalnya menyebabkan dermatitis atau
peradangan kulit yang ditandai dengan bengkak kemerahan pada kulit yang gatal.
e.
Awan atau kabut.
3. Faktor
Biologis
Faktor
ini berasal dari lingkungan kerja yang tidak bersih. Penyakit ini ditimbulkan
atau berasal dari adanya kuman-kuman seperti kuman Pyogenic, Bacilli, E. Coli, dan Staphylococci, serta benda-benda yang
terkontaminasi oleh virus atau bakteri. Selain berasal dari lingkungan kerja
yang tidak bersih, kebersihan dari diri sendiri harus diperhatikan. Contohnya,
cucilah tangan setelah mengqunakan alat-alat pekerjaan. Hal tersebut dapat
mencegah timbulnya penyakit.
4. Faktor
Fisiologis/Ergonomi
Faktor
ini sebagai akibat dari cara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja
yang salah, dan konstruksi yang salah. Efek terhadap tubuh adalah kelelahan
fisik, nyeri otot, deformirtas tulang (kelainan bentuk/perubahan bentuk
tulang), perubahan bentuk, dislokasi, dan kecelakaan. Oleh karena itu, seorang
pekerja harus berupaya keras untuk menyerasikan alat, cara, proses, dan lingkungan
kerja terhadap kemampuan, dan batasan manusia untuk terwujudnya kondisi dan
lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman, dan tercapai efisiensi yang
setinggi-tingginya.
5. Faktor
Psikologis
Faktor
ini merupakan akibat dari organisasi kerja (tipe kepemimpinan, hubungan kerja,
komunikasi, keamanan), tipe kerja (monoton, berulang-ulang, kerja berlebihan,
kerja kurang, kerja shift dan terpencil), yang dapat menyebabkan stres kerja. Apabila
seseorang tidak dapat mengendalikan stres kerja, akibatnya tidak baik bagi diri
sendiri dan pekerjaan.
B. Diagnosis Penyakit Akibat Kerja
Cara
mendiagnosis penyakit akibat kerja berbeda dengan diagnosis penyakit-penyakit
umum. Penyakit akibat kerja tidak cukup hanya dengan pemeriksaan klinis dan
laboratorium saja, tetapi juga harus ada pemeriksaan tempat, cara, riwayat pekerjaan
dari penderita. Berikut merupakan langkah-langkah untuk melakukan diagnosis
penyakit akibat kerja.
1. Diagnosis
Klinis
Diagnosis
klinis harus dapat dilakukan terlebih dahulu dengan memanfaatkan
fasilitas-fasilitas penunjang yang ada, seperti umumnya dilakukan untuk
mendiagnosis suatu penyakit. Setelah diagnosis klinis dilakukan, setelah itu
dapat dipikirkan lebih lanjut apakah penyakit tersebut berhubungan dengan
pekerjaan atau tidak. Maksudnya, mungkingkah seseorang sakit karena mengerjakan
suatu pekerjaan.
2.
Diagnosis Gangguan Kesehatan yang Dialami oleh Pekerja
Pengetahuan mengenai gangguan kesehatan yang dialami
oleh seorang tenaga kerja adalah hal yang sangat mendasar untuk dapat
menghubungkan suatu penyakit dengan pekerjaannya. Untuk itu, perlu dilakukan
anamnesis mengenai riwayat pekerjaannya dengan cermat dan teliti, yang
mencakup:
a.
penjelasan mengenai semua pekerjaan yang telah
dilakukan oleh penderita secara kronologis,
b.
lamanya melakukan masing-masing pekerjaan,
c.
bahan yang diproduksi,
d.
materi (bahan baku) yang digunakan,
e.
jumlah gangguan kesehatannya,
f.
pemakaian alat perlindungan diri,
g.
pola waktu terjadinya gejala,
h.
informasi mengenai tenaga kerja lain (apakah ada
yang mengalami gejala serupa), dan
i.
informasi
tertulis yang ada mengenai bahan-bahan yang digunakan (label dan sebagainya).
3.
Diagnosis Penyebab Penyakit
Belum
ada bukti-bukti ilmiah dalam kepustakaan yang mendukung pendapat bahwa pajanan
yang dialami menyebabkan penyakit yang diderita. Diagnosis penyebab penyakit
dapat dilakukan setelah melakukan diagnosis klinis dan diagnosis kesehatan yang
dialami oleh pekerja.
4.
Menentukan Faktor-faktor Lain
Diagnosis dapat dilakukan pula dengan melihat
keterangan dari riwayat penyakit ataupun riwayat pekerjaan yang dapat
mengganggu kesehatan. Artinya, riwayat penyakit serupa sebelumnya sehingga
risikonya meningkat. Termasuk di sini adalah melihat riwayat kesehatan
keluarga.
5. Membuat
keputusan Apakah Penyakit Tersebut Disebabkan oleh Pekerjaan.
Setelah
mendapatkan informasi dari langkah tersebut, perl dibuat suatu keputusan yang
memiliki dasar ilmiah. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, tidak selalu
pekerjaan merupakan penyebab langsung suatu penyakit. Kadang-kadang pekerjaan
hanya memperberat suatu kondisi yang telah ada sebelumnya. Terkadang, pekerjaan
yang dilakukan pada saat ini memperburuk kondisi, karena penyakit telah ada
sebelumnya. Jadi, untuk mendiagnosis penyakit akibat kerja diperlukan
pengetahuan yang spesifik, tersedianya berbagai informasi yang didapat, baik
dari pemeriksaan klinis pasien, pemeriksaan lingkungan di tempat kerja maupun
data epidemiologi. Data epidemiologi adalah data yang terkait dengan pola
kesehatan dan penyakit, yang menjadi dasar pengambilan keputusan tentang
perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program kesehatan, dan
peningkatan kewaspadaan serta respons kejadian luar biasa yang cepat dan tepat
secara menyeluruh.
C. Jenis-jenis Gangguan Kesehatan Akibat Kerja
Gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan oleh
karyawan dalam perusahaan dapat dilihat sebagai berikut.
1.
Gangguan Ekstrem Tubuh Bagian Atas
Sakit
pada bahu, siku, bengkak pergelangan tangan bengkak, dan jari kesemutan
merupakan beberapa gejala yang mungkin mengarah pada gangguan tungkai atas
termasuk penyakit sindrom carpal tunnel, epicondylitis (tennis elbow), dan
radang sendi pergelangan tangan. Kondisi ini terjadi misalnya karena
menggunakan jari terus-menerus untuk mengetik yang bisa menimbulkan stres atau
cedera berulang dan menyebabkan sindrom carpal tunnel, yaitu kesemutan pada
jari tangan.
2. Nyeri
Punggung dan Cedera
Nyeri
punggung merupakan gangguan yang paling sering dialami oleh karyawan di kantor
karena harus duduk dalam jangka waktu lama dengan posisi tubuh yang buruk. Jika
pekerjaan mengharuskan posisi tubuh statis, sering membungkuk, mengangkat atau
memutar secara tiba-tiba dan tak terduga dapat memberikan tekanan yang lebih
pada punggung. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengurangi tekanan
pada punggung dengan rutin memperkuat dan latihan peregangan setiap hari, misalnya
dengan melakukan beberapa gerakan stretching ringan setiap 1-2 jam sekali.
3. Gangguan Pernapasan
Rasa gatal di hidung,
sering pilek, mata bengkak dan bersin adalah gangguan pernapasan yang umum
terjadi. Tempat kerja yang tertutup bisa menjadi tempat berkembang biak
mikroorganisme yang bisa menginfeksi pernapasan. Virus flu atau batuk cenderung
menyebar dengan cepat dalam jarak dekat, serta bisa bertahan hingga 48 jam atau
lebih pada benda mati. Selain akibat virus, gangguan pernapasan juga bisa
disebabkan jamur atau debu asbes. Jamur atau debu yang terletak pada karpet,
jendela serta ventilasi juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma
atau reaksi alergi.
4. Penyakit
Kulit
Kebanyakan
penyakit kulit dalam pekerjaan disenbabkan karena kontak fisik antarkaryawan,
tetapi tidak semua penyakit kulit pada karyawan disebabkan karena pekerjaan. Di
antaranya sering pula terdapat karyawan yang mempunyai penyakit kulit yang
menular pada waktu kerja.
5. Kerusakan Pendengaran
Banyak
kasus gangguan pendengaran disebabkan kebisingan yang lama. Ada beberapa kasus
bukan karena pekerjaan. Riwayat pekerjaan secara detail sebaiknya didapatkan
dari setiap orang dengan gangguan pendengaran. Dibuat rekomendasi tentang
pencegahan terjadinya gangguan pendengaran.
6. Kanker
Bukti bahwa di tempat kerja dapat menyebabkan kanker sering kali didapat
dari laporan klinis individu.
7.
Penyakit Liver
Sering kali diagnosis penyakit liver disebabkan karena
hepatitis, virus, atau sirosis yang berasal dari alkohol. Penting mengetahui
riwayat pekerjaan, serta bahan toksisitas yang ada.
8. Stres
Kecemasan,
stres, dan gangguan neurotik secara perlahan turut berkontribusi besar terhadap
gangguan pekerjaan. Contohnya stres bisa menjadi penyumbang utama penyakit
jantung, gangguan panik, gangguan muskuloskeletal (tulang dan otot) serta
melemahkan sistem kekebalan tubuh. Jika seseorang merasa cukup banyak stres akibat
pekerjaan, cobalah melakukan latihan aerobik seperti berjalan yang diketahui
sangat baik mengurangi stres.
9.
Hepatitis
Hepatitis
disebabkan oleh virus yang menyerang hati atau liver. Virus ini mudah
berkembang di lingkungan yang kotor atau memiliki sanitasi yang buruk. Virus
hepatitis A dan E menyebar melalui air dan makanan dan mudah berkembang di
lingkungan yang memiliki sanitasi yang buruk. Virus hepatitis B dan C menyebar
melalui kontak darah dan cairan tubuh.
10. Polio
Polio
adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Polio ditularkan
melalui air atau makanan yang terkontarminasi, atau melalui kontak dengan
penderita polio. Virus ini dapat bertahan lama pada air limbah dan air
permukaan. Virus polio menyerang otak dan saraf tulang belakang penderita
sehingga menyebabkan kelumpuhan.
11.
Penyakit campak
Campak
adalah penyakit yang disebabkan oleh virus paramiksovirus. Penyakit ini menular
dari ludah si penderita. Gejala penyakit ini adalah panas, hidung berlendir,
batuk, tenggorokan sakit, nyeri pada otot, dan mata menjadi merah. Campak
biasanya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa terkena penyakit
campak karena saat masih kecil orang dewasa tersebut belum pernah melakukan
vaksin campak.
12.
Influenza
Influenza
adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Virus ini mudah
ditularkan melalui udara dengan batuk atau bersin. Virus influenza juga bisa
menular melalui tangan yang bersentuhan dengan orang yang terkena influenza.
Selanjutnya, virus masuk ke dalam tubuh dengan sentuhan tangan ke mata dan
mulut. Oleh karena itu, penting sekali mencuci tangan sebelum mengonsumsi
makanan.
13.
Disentri
Disentri
adalah penyakit infeksi usus akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella dan
Shigella. Bakteri tersebut berpindah melalui kontak langsung dengan bakteri
pada feses, juga melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Gejala
penyakit ini adalah buang air besar yang sering disertai dengan lendir dan
darah. Disentri adalah penyakit yang disebabkan oleh kurangnya kebersihan pada
penderita. Oleh karena itu, sangat penting memperhatikan kebersihan lingkungan,
tubuh, dan tempat tinggal.
14. TBC
Tuberkulosis
(TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium
tuberkulosa. Bakteri ini menginfeksi organ paru-paru manusia sehingga
menyebabkan penderita batuk berkepanjangan. Penyakit ini menular melalui dahak
atau batuk dari orang yang terinfeksi tuberkulosis.
D. Pencegahan Penyakit Akibat Kerja
Pencegahan penyakit akibat kerja dapat dilakukan dalam tiga cara, yaitu
sebagai berikut.
1.
Pencegahan Primer
Pencegahan primer adalah usaha atau tindakan seseorang
agar tidak terpajan zat berbahaya. Usaha tersebut, antara lain sebagai berikut.
a.
Membuat undang-undang dan peraturan menyangkut
penyakit akibat kerja.
b.
Memodifikasi alat industri.
c.
Substitusi, dengan mengganti bahan-bahan yang
membahayakan dengan bahan yang tidak berbahaya tanpa mengurangi hasil pekerjaan
ataupun mutunya.
d.
Adanya ventilasi udara yang berfungsi dengan
baik.
e.
Ketersediaan secara lengkap alat pelindung diri.
Alat ini dapat berbentuk pakaian, topi, pelindung kepala, sarung tangan, sepatu
yang dilapisi baja bagian depan untuk menahan beban yang berat, masker khusus
untuk melindungi pernapasan terhadap debu atau gas berbahaya, kacamata khusus,
dan sebagainya.
f.
Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja. Hal
tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja dan pemeriksaan secara
berkala untuk mendapatkan informasi tentang faktor penyebab yang menimbulkan
gangguan ataupun kelainan kesehatan terhadap karyawan.
g.
Latihan dan informasi sebelum bekerja agar
karyawan mengetahui dan berhati-hati terhadap berbagai
h.
kemungkinan adanya bahaya.
i.
Pendidikan dan penyuluhan tentang K3
dilaksanakan secara teratur.
2.
Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder diperlukan untuk mendeteksi dini
penyakit akibat kerja. Pencegahan sekunder antara lain bisa dilakukan sebagai
berikut.
a.
Penyuluhan karyawan.
b.
ldentifikasi zat berbahaya yang ada pada
lingkungan kerja.
c.
Pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala.
d.
Surveilans
(pengumpulan data) penyakit yang diderita akibat kerja.
3.
Pencegahan Tersier
Pencegahan jenis tersier, yaitu mencegah terjadi
kecacatan pada karyawan yang sudah terkena penyakit akibat kerja. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a.
Mengistirahatkan karyawan.
b.
Melakukan pemindahan karyawan dari tempat yang
terpajan.
c.
Melakukan pemeriksaan berkala untuk evaluasi
penyakit.
TUGAS
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan
jelas!
1.
Jelaskan faktor-faktor penyakit akibat kerja.
2.
Tuliskan yang termasuk faktor fisik yang
memengaruhi kesehatan.
3.
Jelaskan yang dimaksud faktor ergonomi.
4.
Jelaskan cara melakukan pencegahan sekunder.
5.
Jelaskan cara pencegahan gangguan pernapasan
akibat kerja.
6.
Jelaskan langkah-langkah diagnosis penyakit
akibat kerja.
JAWABAN TUGAS SHKK SYAZWINA RIYADI KLS 10.
ReplyDelete1. -faktor fisik
-faktor kimiawi
-faktor biologis
-faktor fisiologis/ergonomi
-faktor psikologis
2. a. Suara keras yang berasal dari getaran mesin, yang dapat menyebabkan para karyawan mengalami ketulian dan stres.
b. Gangguan pernapasan yang diakibatkan ruangan yang lembab atau berdiam di ruangan sejuk dalam jangka waktu yang cukup lama.
c. Radiasi sinar radioaktif dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan penyakit kulit, radiasi sinar inframerah juga bisa mengakibatkan katarak pada lensa mata.
d. Suhu yang tinggi menyebabkan "heat stroke" (kondisi suhu tubuh mencapai lebih dari 400), "heat cramps" (kejang otot) atau "hyperpyrexia" (demam tinggi yang terjadi pada anak-anak dengan suhu di atas 410), sedangkan suhu yang rendah atau dingin dapat menyebabkan "frostbite" (Kondisi jaringan tubuh membeku dan rusak karena paparan suhu yang rendah).
e. Tekanan yang tinggi dalam air menyebabkan “caisson disease" gejalanya adalah pusing, kesulitan bernapas, nyeri sendi dan perut.
f. Penerangan lampu yang kurang baik dapat menyebabkan kelainan pada indra penglihatan atau kesilauan yang memudahkan terjadinya kecelakaan.
3. faktor ergonomi adalah faktor yg diakibatkan dari cara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja yang salah, dan konstruksi yang salah. efek terhadap tubuh adalah kelelahan fisik, nyeri otot, deformirtas tulang (kelainan bentuk/perubahan bentuk tulang), perubahan bentuk, dislokasi, dan kecelakaan.
4. Pencegahan sekunder antara lain bisa dilakukan sebagai berikut :
a. Penyuluhan karyawan.
b. ldentifikasi zat berbahaya yang ada pada lingkungan kerja.
c. Pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala.
d. Surveilans (pengumpulan data) penyakit yang diderita akibat kerja.
5. 1. menggunakan masker
2. menghindari benda yg membuat/memicu alergi pada pernapasan
3. menghindari orang yg sedang sakit pernapasan
4. hindari udara yg kotor
6. - diagnosis klinis
- diagnosis gangguan kesehatan yg dialami oleh pekerja
- diagnosis penyebab penyakit
- menentukan faktor faktor lain
- membuat keputusan apakah penyakit tsb disebabkan oleh pekerjaan
ANDINA DWI PUTRI
ReplyDeleteJawaban SHKK
1. a.faktor Fisik
b.faktor Kimiawi
c.faktor Biologis
d.faktor Fisiologis/Ergonomi
e .faktor Psikologis
2.Faktor fisik dapat memengaruhi kesehatan para karyawan yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Suara keras yang berasal dari getaran mesin, yang dapat menyebabkan para karyawan mengalami ketulian dan stres.
b. Gangguan pernapasan yang diakibatkan ruangan yang lembab atau berdiam di ruangan sejuk dalam jangka waktu yang cukup lama,
c. Radiasi sinar radioaktif dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan penyakit kulit, radiasi sinar inframerah juga bisa mengakibatkan katarak pada lensa mata.
d. Suhu yang tinggi menyebabkan "heat stroke" (kondisi suhu tubuh mencapai lebih dari 400), "heat cramps" (kejang otot) atau "hyperpyrexia" (demam tinggi yang terjadi pada anak-anak dengan suhu di atas 410), sedangkan suhu yang rendah atau dingin dapat menyebabkan "frostbite" (Kondisi jaringan tubuh membeku dan rusak karena paparan suhu yang rendah).
e. Tekanan yang tinggi dalam air menyebabkan “caisson disease" gejalanya adalah pusing, kesulitan bernapas, nyeri sendi dan perut. Gejala-gejala itu timbul setelah seseorang beralih dari tekanan tinggi ke tekanan yang rendah dengan kecepatan yang tinggi. Biasanya dialami oleh pekerja-pekerja jembatan yang sering berada di dalam air, dan tubuhnya tidak mampu beradaptasi dengan perubahan tekanan yang cepat.
f. Penerangan lampu yang kurang baik dapat menyebabkan kelainan pada indra penglihatan atau kesilauan yang memudahkan terjadinya kecelakaan.
3.Faktor ini adalah kelelahan fisik, nyeri otot, deformirtas tulang (kelainan bentuk/perubahan bentuk tulang), perubahan bentuk, dislokasi, dan kecelakaan.
4.a. Penyuluhan karyawan.
b.ldentifikasi zat berbahaya yang ada pada lingkungan kerja.
c.Pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala.
d.Surveilans (pengumpulan data) penyakit yang diderita akibat kerja.
5.1. menjaga kebersihan diri
2. Bila bekerja mengguna kan masker
3. Jangan terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit.
4.Terapkan pola hidup bersih di tempat kerja & rumah.
5.membersihkan tempat² yang berdebu.
6.Mencuci tangan bila mau menyentuh area wajah / makan.
7. Mencegah tidur terlalu malam.
6. a.Diagnosis klinis.
b.Diagnosis gangguan
kesehatann yg dialami
oleh pekerja.
c.Diagnosis penyebab
penyakit.
d.Menentukan faktor faktor
lain.
e.Membuat keputusan
apakahh penyakit tsb
disebabkann oleh
pekerjaan.
ANDINA DWI PUTRI
ReplyDeleteJawaban SHKK
ANDINA DWI PUTRI
Jawaban SHKK
1. a.faktor Fisik
b.faktor Kimiawi
c.faktor Biologis
d.faktor Fisiologis/Ergonomi
e .faktor Psikologis
2.Faktor fisik dapat memengaruhi kesehatan para karyawan yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Suara keras yang berasal dari getaran mesin, yang dapat menyebabkan para karyawan mengalami ketulian dan stres.
b. Gangguan pernapasan yang diakibatkan ruangan yang lembab atau berdiam di ruangan sejuk dalam jangka waktu yang cukup lama,
c. Radiasi sinar radioaktif dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan penyakit kulit, radiasi sinar inframerah juga bisa mengakibatkan katarak pada lensa mata.
d. Suhu yang tinggi menyebabkan "heat stroke" (kondisi suhu tubuh mencapai lebih dari 400), "heat cramps" (kejang otot) atau "hyperpyrexia" (demam tinggi yang terjadi pada anak-anak dengan suhu di atas 410), sedangkan suhu yang rendah atau dingin dapat menyebabkan "frostbite" (Kondisi jaringan tubuh membeku dan rusak karena paparan suhu yang rendah).
e. Tekanan yang tinggi dalam air menyebabkan “caisson disease" gejalanya adalah pusing, kesulitan bernapas, nyeri sendi dan perut. Gejala-gejala itu timbul setelah seseorang beralih dari tekanan tinggi ke tekanan yang rendah dengan kecepatan yang tinggi. Biasanya dialami oleh pekerja-pekerja jembatan yang sering berada di dalam air, dan tubuhnya tidak mampu beradaptasi dengan perubahan tekanan yang cepat.
f. Penerangan lampu yang kurang baik dapat menyebabkan kelainan pada indra penglihatan atau kesilauan yang memudahkan terjadinya kecelakaan.
3.Faktor ini adalah kelelahan fisik, nyeri otot, deformirtas tulang (kelainan bentuk/perubahan bentuk tulang), perubahan bentuk, dislokasi, dan kecelakaan.
4.a. Penyuluhan karyawan.
b.ldentifikasi zat berbahaya yang ada pada lingkungan kerja.
c.Pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala.
d.Surveilans (pengumpulan data) penyakit yang diderita akibat kerja.
5.1. menjaga kebersihan diri
2. Bila bekerja mengguna kan masker
3. Jangan terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit.
4.Terapkan pola hidup bersih di tempat kerja & rumah.
5.membersihkan tempat² yang berdebu.
6.Mencuci tangan bila mau menyentuh area wajah / makan.
7. Mencegah tidur terlalu malam.
6. a.Diagnosis klinis.
b.Diagnosis gangguan
kesehatann yg dialami
oleh pekerja.
c.Diagnosis penyebab
penyakit.
d.Menentukan faktor faktor
lain.
e.Membuat keputusan
apakahh penyakit tsb
disebabkann oleh
pekerjaan
NIENDITA AUDI (X)
ReplyDelete1.-faktor fisik
-faktor kimiawi
-faktor biologis
-faktor fisiologis / ergonomi
-faktor psikologis
2.a. Gangguan pernapasan yang diakibatkan ruangan yang lembab atau berdiam di ruangan sejuk dalam jangka waktu yang cukup lama,
B. Radiasi sinar radioaktif dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan penyakit kulit, radiasi sinar inframerah juga bisa mengakibatkan katarak pada lensa mata.
C.Suhu yang tinggi menyebabkan "heat stroke" (kondisi suhu tubuh mencapai lebih dari 40 0 ), "heat cramps" (kejang otot) atau " hyperpyrexia " (demam tinggi yang terjadi pada anak-anak dengan suhu di atas 41 0 ), sedangkan suhu yang rendah atau dingin dapat menyebabkan "frostbite" (Kondisi jaringan tubuh yang membeku dan rusak karena paparan suhu yang rendah).
D.Tekanan yang tinggi dalam udara menyebabkan “penyakit caisson" gejalanya adalah pusing, kesulitan bernapas, nyeri sendi dan perut. Gejala-gejala itu timbul setelah seseorang beralih dari tekanan tinggi ke tekanan yang rendah dengan kecepatan yang tinggi. sering berada di dalam udara, dan tubuhnya tidak mampu beradaptasi
E.Suara keras yang berasal dari getaran mesin, yang dapat menyebabkan para karyawan mengalami ketulian dan stres.
3.Faktor ini sebagai akibat dari cara kerja, cara kerja, alat kerja, lingkungan kerja yang salah, dan konstruksi yang salah. Efek terhadap tubuh adalah badan fisik, nyeri otot, deformirtas tulang (kelainan bentuk tulang), perubahan bentuk, dislokasi, dan kecelakaan.
4. a.Penyuluhan karyawan.
b. ldentifikasi zat berbahaya yang ada pada lingkungan kerja.
c. Pemeriksaan kesehatan secara berkala.
d. Surveilans (data) penyakit yang diderita akibat kerja.
5.a.gunakan masker saat mengendarai motor.
b.teratur dalam minum.air putih.
c.hindari jika orang yang terkenal gangguan pernafasan
6.-Menegakkan diagnosis klinis.
-Menentukan pajanan yang dialami pekerja di tempat kerja. ...
-Menentukan hubungan pajanan dengan diagnosis klinis.
-Menentukan besarnya pajanan
Nama: DIVA AYU OKTAVIA AKBAR
ReplyDeleteKelas: X
JAWABAN TUGAS
1. Faktor pernyebab penyakit akibat kerja, berikut faktor-faktor penyebabnya:
-1. Faktor Fisik.
-2. Faktor Kimiawi.
-3. Faktor Biologis.
-4. Faktor Fisiologis/Ergonomi.
-5. Faktor Psikologis.
2. a. Suara keras yang berasal dari getaran mesin, yang dapat menyebabkan para karyawan mengalami ketulian dan stres.
b. Gangguan pernapasan yang diakibatkan ruangan yang lembab atau berdiam di ruangan sejuk dalam jangka waktu yang cukup lama,
c. Radiasi sinar radioaktif dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan penyakit kulit, radiasi sinar inframerah juga bisa mengakibatkan katarak pada lensa mata.
d. Suhu yang tinggi menyebabkan "heat stroke" (kondisi suhu tubuh mencapai lebih dari 400), "heat cramps" (kejang otot) atau "hyperpyrexia" (demam tinggi yang terjadi pada anak-anak dengan suhu di atas 410), sedangkan suhu yang rendah atau dingin dapat menyebabkan "frostbite" (Kondisi jaringan tubuh membeku dan rusak karena paparan suhu yang rendah).
e. Tekanan yang tinggi dalam air menyebabkan “caisson disease" gejalanya adalah pusing, kesulitan bernapas, nyeri sendi dan perut. Gejala-gejala itu timbul setelah seseorang beralih dari tekanan tinggi ke tekanan yang rendah dengan kecepatan yang tinggi. Biasanya dialami oleh pekerja-pekerja jembatan yang sering berada di dalam air, dan tubuhnya tidak mampu beradaptasi dengan perubahan tekanan yang cepat.
f. Penerangan lampu yang kurang baik dapat menyebabkan kelainan pada indra penglihatan atau kesilauan yang memudahkan terjadinya kecelakaan.
3. Faktor yang disebut sebagai faktor Ergonomi adalah faktor yang dapat disebabkan akibat dari cara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja yang salah, dan konstruksi yang salah. Efek terhadap tubuh adalah kelelahan fisik, nyeri otot, deformirtas tulang (kelainan bentuk/perubahan bentuk tulang), perubahan bentuk, dislokasi, dan kecelakaan.
4. Pencegahan sekunder antara lain bisa dilakukan sebagai berikut.
a. Penyuluhan karyawan.
b. ldentifikasi zat berbahaya yang ada pada lingkungan kerja.
c. Pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala.
d. Surveilans (pengumpulan data) penyakit yang diderita akibat kerja.
5. -1. Menjaga pola makan yang sehat untuk mencegah gangguan pada sistem pernapasan.
-2. Menggunakan masker ditempat berdebu untuk menghindari udara yang tercemar/kotor.
-3. Menghindari makanan yg dpt memicu alergi yg bisa menghambat sistem pernapasan.
-4. Rajin minum air putih dan olahraga serta makan makanan yang bergizi bervitamin dan berprotein.
-5. Menghindari kawasan berasap tebal.
-6. Menjaga jarak dengan orang-orang yang sedang sakit pernapasan.
6. -1. Diagnosis Klinis.
-2. Diagnosis Gangguan Kesehatan yang Dialami oleh Pekerja.
-3. Diagnosis Penyebab Penyakit.
-4. Menentukan Faktor-faktor Lain.
-5. Membuat keputusan Apakah Penyakit Tersebut Disebabkan oleh Pekerjaan.
NAMA : ADE IRAWAN
ReplyDeleteKELAS : Xph
1.-faktor biologis
-faktor fisiologis/ergonomis
-faktor kimiawi
-faktor psikologis
-faktor Fisik
2. a. Suara keras yang berasal dari getaran mesin, yang dapat menyebabkan para karyawan mengalami ketulian dan stres.
b. Gangguan pernapasan yang diakibatkan ruangan yang lembab atau berdiam di ruangan sejuk dalam jangka waktu yang cukup lama.
c. Radiasi sinar radioaktif dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan penyakit kulit, radiasi sinar inframerah juga bisa mengakibatkan katarak pada lensa mata.
3. faktor ergonomi adalah faktor yg diakibatkan dari cara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja yang salah, dan konstruksi yang salah. efek terhadap tubuh adalah kelelahan fisik, nyeri otot, deformirtas tulang (kelainan bentuk/perubahan bentuk tulang), perubahan bentuk, dislokasi, dan kecelakaan.
4. Pencegahan sekunder antara lain bisa dilakukan sebagai berikut :
a. Penyuluhan karyawan.
b. ldentifikasi zat berbahaya yang ada pada lingkungan kerja.
c. Pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala.
d. Surveilans penyakit yang diderita akibat kerja.
5. (1. ) menggunakan masker
(2. ) menghindari benda yg membuat/memicu alergi pada pernapasan
(3. ) menghindari orang yg sedang sakit pernapasan
(4. ) hindari udara yg kotor
6. (1) diagnosis klinis
(2) diagnosis gangguan kesehatan yg dialami oleh pekerja
(3) diagnosis penyebab penyakit
(4) menentukan faktor faktor lain
(5) membuat keputusan apakah penyakit tsb disebabkan oleh pekerjaan
Nama : Saybayu .A
ReplyDelete1. Faktor fisik,kimiawi,biologis,fisiologis,psikologi
2. a. Suara keras yang berasal dari getaran mesin, yang dapat menyebabkan para karyawan mengalami ketulian dan stres.
b. Gangguan pernapasan yang diakibatkan ruangan yang lembab atau berdiam di ruangan sejuk dalam jangka waktu yang cukup lama,
c. Radiasi sinar radioaktif dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan penyakit kulit, radiasi sinar inframerah juga bisa mengakibatkan katarak pada lensa mata.
3. faktor Ergonomi adalah faktor yang dapat disebabkan akibat dari cara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja yang salah, dan konstruksi yang salah.
4.a. Penyuluhan karyawan.
b. ldentifikasi zat berbahaya yang ada pada lingkungan kerja.
c. Pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala.
d. Surveilans (pengumpulan data) penyakit yang diderita akibat kerja.
5. 1. menjaga kebersihan diri
2. Bila bekerja mengguna kan masker
3. Jangan terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit.
4.Terapkan pola hidup bersih di tempat kerja & rumah.
5.membersihkan tempat² yang berdebu.
6.Mencuci tangan bila mau menyentuh area wajah / makan.
7. Mencegah tidur terlalu malam.
6. (1) diagnosis klinis
(2) diagnosis gangguan kesehatan yg dialami oleh pekerja
(3) diagnosis penyebab penyakit
(4) menentukan faktor faktor lain
(5) membuat keputusan apakah penyakit tsb disebabkan oleh pekerjaan
ReplyDeleteNama: Mohammad Faliyandra Eka Permana
Kelas: X APH
1.-Faktor Biologi
-Faktor Fisik
-Faktor Psikologi
-Faktor Kimia
2.-Suara keras yang berasal dari getaran mesin, yang dapat menyebabkan para karyawan mengalami ketulian dan stres.
-Gangguan pernapasan yang diakibatkan ruangan yang lembab atau berdiam di ruangan sejuk dalam jangka waktu yang cukup lama.
-Radiasi sinar radioaktif dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan penyakit kulit, radiasi sinar inframerah juga bisa mengakibatkan katarak pada lensa mata.
-Suhu yang tinggi menyebabkan "heat stroke" (kondisi suhu tubuh mencapai lebih dari 400), "heat cramps" (kejang otot) atau "hyperpyrexia" (demam tinggi yang terjadi pada anak-anak dengan suhu di atas 410), sedangkan suhu yang rendah atau dingin dapat menyebabkan "frostbite" (Kondisi jaringan tubuh membeku dan rusak karena paparan suhu yang rendah).
-Tekanan yang tinggi dalam air menyebabkan “caisson disease" gejalanya adalah pusing, kesulitan bernapas, nyeri sendi dan perut.
-Penerangan lampu yang kurang baik dapat menyebabkan kelainan pada indra penglihatan atau kesilauan yang memudahkan terjadinya kecelakaan.
3. faktor ergonomi adalah faktor yg diakibatkan dari cara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja yang salah, dan konstruksi yang salah. efek terhadap tubuh adalah kelelahan fisik, nyeri otot, deformirtas tulang (kelainan bentuk/perubahan bentuk tulang), perubahan bentuk, dislokasi, dan kecelakaan.
4. Pencegahan sekunder antara lain bisa dilakukan sebagai berikut :
-Penyuluhan karyawan.
-ldentifikasi zat berbahaya yang ada pada lingkungan kerja.
-Pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala.
-Surveilans (pengumpulan data) penyakit yang diderita akibat kerja.
5.-menggunakan masker.
-menghindari benda yg membuat/memicu alergi pada pernapasan.
-menghindari orang yg sedang sakit pernapasan.
-hindari udara yg kotor.
6.-diagnosis klinis.
-diagnosis gangguan kesehatan yg dialami oleh pekerja.
-diagnosis penyebab penyakit.
-menentukan faktor faktor lain.
-membuat keputusan apakah penyakit tsb disebabkan oleh pekerjaan.
Nama: ridho Hardiansyah wibowo
ReplyDeleteKelas: X APH
1.-Faktor Biologi
-Faktor Fisik
-Faktor Psikologi
-Faktor Kimia
2.-Suara keras yang berasal dari getaran mesin, yang dapat menyebabkan para karyawan mengalami ketulian dan stres.
-Gangguan pernapasan yang diakibatkan ruangan yang lembab atau berdiam di ruangan sejuk dalam jangka waktu yang cukup lama.
-Radiasi sinar radioaktif dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan penyakit kulit, radiasi sinar inframerah juga bisa mengakibatkan katarak pada lensa mata.
-Suhu yang tinggi menyebabkan "heat stroke" (kondisi suhu tubuh mencapai lebih dari 400), "heat cramps" (kejang otot) atau "hyperpyrexia" (demam tinggi yang terjadi pada anak-anak dengan suhu di atas 410), sedangkan suhu yang rendah atau dingin dapat menyebabkan "frostbite" (Kondisi jaringan tubuh membeku dan rusak karena paparan suhu yang rendah).
-Tekanan yang tinggi dalam air menyebabkan “caisson disease" gejalanya adalah pusing, kesulitan bernapas, nyeri sendi dan perut.
-Penerangan lampu yang kurang baik dapat menyebabkan kelainan pada indra penglihatan atau kesilauan yang memudahkan terjadinya kecelakaan.
3. faktor ergonomi adalah faktor yg diakibatkan dari cara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja yang salah, dan konstruksi yang salah. efek terhadap tubuh adalah kelelahan fisik, nyeri otot, deformirtas tulang (kelainan bentuk/perubahan bentuk tulang), perubahan bentuk, dislokasi, dan kecelakaan.
4. Pencegahan sekunder antara lain bisa dilakukan sebagai berikut :
-Penyuluhan karyawan.
-ldentifikasi zat berbahaya yang ada pada lingkungan kerja.
-Pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala.
-Surveilans (pengumpulan data) penyakit yang diderita akibat kerja.
5.-menggunakan masker.
-menghindari benda yg membuat/memicu alergi pada pernapasan.
-menghindari orang yg sedang sakit pernapasan.
-hindari udara yg kotor.
6.-diagnosis klinis.
-diagnosis gangguan kesehatan yg dialami oleh pekerja.
-diagnosis penyebab penyakit.
-menentukan faktor faktor lain.
-membuat keputusan apakah penyakit tsb disebabkan oleh pekerjaan.
Nama:Ferly ananda fasha
ReplyDeleteKelas: X aph
1.-faktor biologi
-faktor fisik
-faktor psikologi
-faktor kimia
2.Radiasi sinar radioaktif dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan penyakit kulit, radiasi sinar inframerah juga bisa mengakibatkan katarak pada lensa mata.
-Suhu yang tinggi menyebabkan "heat stroke" (kondisi suhu tubuh mencapai lebih dari 400), "heat cramps" (kejang otot) atau "hyperpyrexia" (demam tinggi yang terjadi pada anak-anak dengan suhu di atas 410), sedangkan suhu yang rendah atau dingin dapat menyebabkan "frostbite" (Kondisi jaringan tubuh membeku dan rusak karena paparan suhu yang rendah).
-Tekanan yang tinggi dalam air menyebabkan “caisson disease" gejalanya adalah pusing, kesulitan bernapas, nyeri sendi dan perut.
-Penerangan lampu yang kurang baik dapat menyebabkan kelainan pada indra penglihatan atau kesilauan yang memudahkan terjadinya kecelakaan.
-Suara keras yang berasal dari getaran mesin, yang dapat menyebabkan para karyawan mengalami ketulian dan stres.
-Gangguan pernapasan yang diakibatkan ruangan yang lembab atau berdiam di ruangan sejuk dalam jangka waktu yang cukup lama.
3.faktor ergonomi adalah faktor yg diakibatkan dari cara kerja, posisi kerja, alat kerja, lingkungan kerja yang salah, dan konstruksi yang salah. efek terhadap tubuh adalah kelelahan fisik, nyeri otot, deformirtas tulang (kelainan bentuk/perubahan bentuk tulang), perubahan bentuk, dislokasi, dan kecelakaan.
4.Pencegahan sekunder antara lain bisa dilakukan sebagai berikut :
-Penyuluhan karyawan.
-ldentifikasi zat berbahaya yang ada pada lingkungan kerja.
-Pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala.
-Surveilans (pengumpulan data) penyakit yang diderita akibat kerja.
5.-Menggunakan masker di tempat berdebu
-Menghindar dari asap rokok
-Agak menjauh dengan teman yang sedang terkena pilek/flu
6. - diagnosis klinis
- diagnosis gangguan kesehatan yg dialami oleh pekerja
- diagnosis penyebab penyakit
- menentukan faktor faktor lain
- membuat keputusan apakah penyakit tsb disebabkan oleh pekerjaan