Sumber Daya Untuk Pemasangan/Pembongkaran Pameran - Kelas XII UPW Bab 6

 

KOMPETENSI DASAR :

3.6. Mengevaluasi Sumber Daya Untuk Pemasangan/Pembongkaran Pameran

4.5. Melakukan Pengecekan Sumber Daya Untuk Pemasangan/Pembongkaran Pameran

TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Memahami berbagai jenis stand,

2. Memahami Pemasangan/Pembongkaran Pameran.

3. mampu melakukan Pemasangan/Pembongkaran Pameran.

 A. PENENTUAN PEMASANGAN STAND

Dalam menentukan pemasangan stand, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar mendapatkan efek maksimal dari stand pameran. Berikut ini adalah bagian yang harus diperhatikan.

1. Ukuran

Hal yang utama yang perlu diperhatikan yaitu mempertimbangkan ukuran stand yang ingin dibuat. Stand pameran biasanya memiliki ukuran 3m x 3m, 4m x 3m atau 4m x 4m, walaupun hal tersebut nantinya akan sangat dipengaruhi oleh ukuran tempat pameran. Peserta pameran yang memiliki anggaran lebih biasanya dapat menyewa ruang untuk 2 sampai 3 stand pameran, memberikan efek yang signifikan dan kemungkinan dekorasi yang lebih beragam. Selain ukuran, lokasi stand pameran juga menjadi kunci. Pada umumnya, booth pameran terletak di sepanjang lorong ruangan dan akan dipisahkan dengan stand lain dengan tirai. Sementara itu, stand yang ada di persimpangan menawarkan visibilitas (keadaan yang dapat dilihat dan diamati), karena bias menjadi display dua sisi. Peserta pameran bisa memilih di mana pun lokasi stand yang akan dibangun namun harus membuat dekorasi stand berbeda dengan yang lain agar bisa menarik perhatian pengunjung pameran.

2. Perencanaan

Ruangan pameran biasanya akan dilengkapi dengan perusahaan jasa penyewaan dan dekorasi stand. Perusahaan tersebut bisa membantu peserta pameran untuk melakukan pemasangan stand dan penyewaan berbagai alat seperti meja, kursi, karpet dan pencahayaan. Biasanya para eksibitor mendapatkan katalog tentang tema acara, warna yang ditawarkan, gaya, kain hingga pilihan pencahayaan. Selain itu, biasanya perusahaan dekorasi juga menyediakan ahli pasar dan memberikan masukan desain stand pameran yang seperti apa, yang akan menarik perhatian konsumen potensial. Apabila peserta pameran sudah mempunyai gambaran mengenai stand yang mereka inginkan maka bisa didiskusikan bersama perusahaan jasa penyewaan stand.

 

B. STAND PAMERAN BERDASARKAN STRUKTUR RANGKAIAN

1. Stand Bongkar Pasang Khusus (Knockdown Booth)

Knockdown booth atau yang lebih dikenal dengan stand bongkar pasang merupakan stand yang dapat dipakai berulang kali karena dapat disimpan kembali setelah digunakan. Stand jenis ini memiliki elemen desain tetap misalnya rak, meja konter, knockdown backdrop yang termasuk aset perusahaan dan akan selalu dipakai di setiap acara.

2. Booth Partisi

Booth partisi merupakan stand yang dibuat dengan, rangkaian partisi standar seperti partisi dengan frame (shell scheme R8/Maxima). Sistem partisi standar ini menggunakan knockdown, namun peruntukannya saja yang berbedÄ… yaitu untuk booth atau stand pameran yang bersifat massal atau banyak. Bentuknya yang sederhana dengan sewa yang terjangkau menjadi salah satu kelebihan dari booth ini. Namun jika ingin membuat stand menjadi lebih menarik bisa menggunakan model terbaru dengan biaya tambahan.

3. Booth Spesial Desain

Spesial desain booth merupakan konsep booth yang paling sering digunakan oleh exhibitor yang mengikuti pameran. Konstruksi ini merupakan konstruksi dengan konsep yang paling memenuhi segala kebutuhan peserta suatu pameran. Hingga saat ini penggunaan konsep spesial desain masih sangat banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan saat mengikuti sebuah pameran atau exhibition. Karena konsep inilah yang paling cocok bagi sebuah perusahaan untuk menarik minat pengunjung atau peserta lain di sebuah pameran atau exhibition.

C. SUMBER DAYA UNTUK PEMASANGAN/PEMBONGKARAN PAMERAN

Dalam penyelenggaraan pameran pembuatan stand beserta peralatan ekshibisi serta hiasan pajangan akan menjadi responsibilitas peserta. Pada saat memasukkan dan mengeluarkan barang harus diketahui serta dicatat oleh panítía pameran. Apabila pada saat perombakan peralatan stand pada batas waktu yang telah disepakati masih terdapat peralatan pameran yang belum dipindahkan atau tertinggal, maka seluruh dampak yang terjadi akan ditanggung oleh peserta.

1. Faktor Keamanan dan Keselamatan saat Pemasangan/Pembongkaran

a.    Peralatan dan barang stand yang ditampilkan di pameran merupakan tanggung jawab peserta.

b.    Pihak penyelenggara atau pengelola pameran akan memfasilitasi petugas keamanan selama acara diadakan sampai dengan penutupan.

c.     Para peserta diharapkan agar menyimpan barang penting berharga di lokasi yang aman.

d.    Pihak penyelenggara pameran tidak akan bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan atau hal-hal yang merugikan yang merupakan keteledoran dari peserta

e.    Jika force majeure terjadi yang menyebabkan penundaan acara pameran maka seluruh pihak tidak mempunyai hak untuk menuntut ganti rugi melainkan biaya yang telah dikeluarkan akan dikembalikan. Force majeure adalah sebuah peristiwa di luar kapasitas manusia serta tidak bisa dihindari yang mengakibatkan sebuah acara harus ditunda atau bahkan dihentikan.

2. Sumber Daya dalam Memasang ataupun Melepaskan Stand

a. Sumber Daya Pembangunan Stand

Pada pemasangan dan pelepasan stand, diperlukan kejelian dalam melaksanakan tugas. Untuk petugas pemasangan maupun pelepasan stand menjadi tanggung jawab supervisor. Berikut ini uraian tugasnya:

1.    Menghitung dan mengajukan kebutuhan material di lapangan.

2.    Mengawasi kualitas pekerjaan di lapangan saat pemasangan maupun pelepasan serta memperhatikan spesifikasi material yang disyaratkan.

3.    Ikut mengawasi dan bertanggung jawab terhadap pemakaian bahan.

4.    Mengawasi dan tanggung jawab terhadap perhitungan volume yang telah datang di lokasi stand.

5.    Menghitung jumlah karyawan yang terlibat serta menghitung kebutuhan upah karyawan yang terlibat.

6.    Mengawasi target kinerja sesuai jadwal pemasangan atau pelepasan stand.

7.    Memberikan pengarahan kepada pekerja yang berada di lapangan mengenai kondisi atau situasi teknis.

Keahlian yang dibutuhkan:

1.    Ahli dalam membuat dan menerjemahkan gambar kerja.

2.    Menguasai Microsoft Office.

3.    Menguasai penghitungan anggaran biaya.

4.    Mampu mengawasi mutu, waktu, dan biaya yang diperlukan.

b. Sumber Daya Pemasangan atau Pelepasan pada Bangunan Interior dan Eksterior

Pekerjaan interior persiapan:

1.    Menjelaskan ke karyawan tentang titik elevasi awal dan garis sikuan.

2.    Mengecek ketinggian desain dengan material.

3.    Mengecek jumlah besi dan jenis besi yang digunakan pada bangunan eksterior.

4.    Mengecek kerapian pemasangan engsel, slot jendela, dan gagang pintu.

5.    Mengecek kerapian dalam pemasangan.

Pekerjaan eksterior:

1.    Memeriksa parameter ukuran pada ruang eksterior pameran, rangka luar, kapasitas, dan daya tampung pengunjung.

2.    Mengecek spesifikasi bahan yang digunakan

3.    Mengecek kerapian pemasangan stand eksterior.

Pekerjaan instalasi air:

1.    Menyiapkan kebutuhan saluran air bersih dan saluran pembuangan limbah

2.    Mengecek kesesuaian diameter pipa dengan gambar kerja dan stand yang didirikan.

3.    Memastikan dengan sangat cermat semua penyambungan pipa terutama yang tertanam untuk tidak ada kebocoran sama sekali.

4.    Mengecek kesesuaian letak dan jumlah titik air bersih dengan gambar kerja.

5.    Memastikan semua fungsi air berjalan dengan baik.

c. Sumber Daya Work on Progress

1. Pekerjaan Instalasi Listrik

a.    Memastikan jumlah dan letak titik-titik lampu, sakelar, stopkontak, antenna tv, jalur telepon, MCB, dan meteran listrik agar sesuai dengan gambar kerja.

b.    Mengecek tipe dan ukuran kabel yang digunakan.

c.     Mengecek kerapian pemasangan instalasi kabel agar memudahkan bila ada kerusakan jaringan.

d.    Memastikan bahwa penanaman pipa listrik dilakukan sebelum melakukan plesteran.

e.    Memastikan semua fungsi listrik berjalan dengan baik.

2. Pekerjaan Lantai

a.    Mengecek level lantai keramik terhadap patokan (benchmark) awal.

b.    Mengecek kesesuaian tipe dan ukuran keramik dengan gambar kerja.

c.     Memastikan tiap sudut siku ruangan.

3. Pekerjaan Pengecatan Stand.

a.    Mengecek bahwa dinding dihaluskan hingga tidak bergelombang.

b.    Mengecek bahwa kayu dihaluskan hingga tidak bergelombang,

c.     Mengecek banyaknya lapisan pengecatan.

d.    Memastikan kerapian dan kebersihan finishing akhir pengecatan.

d. Sumber Daya Work Review

1.    Mengecek kerapian dan spesifikasi bahan pemasangan stand.

2.    Memastikan kelancaran kerja.

3.    Mengecek daya tampung parkir dan ruang pameran.

D. PERAN KONTRAKTOR PAMERAN

Kontraktor pameran mempunyai peranan yang penting dalam menunjang keberlangsungan suatu penyelenggaraan pameran. Hal tersebut dilihat dari peran aktif kontraktor pameran dalam mengomunikasikan apa yang ingn disampaikan oleh perusahaan (seller) kepada pengunjung (buyer) melalui stand yang akan digunakan dalam pameran. Dengan bantuan dari kontraktor pameran, stand yang akan digunakan bisa dibuat semenarik mungkin sesuai permintaan perusahaan sehingga membuat pengunjung pameran tertarik untuk datang melihat produk yang ditampilkan dan ditawarkan oleh perusahaan. Dengan kata lain bahwa kontraktor pameran berperan sebagai penerjemah dari ide dan konsep dari perusahaan/peserta pameran yang ingin dituangkan yang berhubungan dengan karakteristik dan tema produk dan jasa yang ingin ditampilkan. Seiring semakin seringnya diadakan kegiatan pameran di Indonesia baik dari skala kecil sampai skala besar maka membuka peluang untuk membuka usaha di bidang kontraktor pameran.

E. JENIS STAND BERDASARKAN TAMPILAN

1. Stand 2D

Stand 2D biasanya menggunakan banner atau backdrop, tidak ada ruang, yang terdiri dari panjang, lebar, dan tinggi. Banner atau backdrop yang dipilih bisa berupa spanduk luar, standing x banner, stand banner yang dapat ditarik, dan sebagainya.



2. Stand 3D

Sebagian besar stand yang digunakan pada acara atau pameran merupakan stand 3D. Untuk membuat stand 3D komponen minimal yang dapat digunakan yaitu backdrop, meja, dan penutup lantai. Jika stand 2D tidak memiliki dimensi panjang, lebar, maupun tinggi, maka stand 3D adalah sebaliknya yang mana dalam pembuatannya memerlukan ukuran panjang, lebar, dan tinggi.

3. Stage Stand

Stage stand merupakan stand yang ketinggian panggungnya melebihi ketinggian lantai minimal 2 tingkat anak tangga. Panggung atau level ini dapat berfungsi sebagai tempat aktivitas promosi maupun hiburan untuk menarik konsumen. Biasanva stage booth ini diengkapi dengan komponen-komponen lainnya seperti back drop, wing, dan tenda penutup tergantung dari kebutuhannya.

F. JENIS STAND BERDASARKAN DESAIN KONSTRUKSI

1. Tension Fabric Display

Tension fabric display juga dikenal dengan istilah menbran. Konstruksi ini berupa kain besar dan dilengkapi dengan tiang aluminiun di kedua sisinya sebagai penyangga. Membran ini umumnya bergambar desain perwakilan perusahaan dan menjadi latar belakang pada stand yang dapat dilengkapi dengan stand pada bagian atasnya.

2. Pop Up

Pup up display juga disebut juga dengan istilah pull up display atau portable display. Hampir sama seperti membran, pop up display juga berfungsi sebagai backdrop pada stand pameran. Namun, secara grafis, pop-up terdiri dari beberapa panel yang digantung secara vertikal dan kemudian disatukan untuk membentuk grafis lebih besar, bukan satu rangkaian utuh.

3.  Hybrid

Desain konstraksi hybrid merupakan tampilan modern dengan menggunakan sistem fleksibilitas yang mudah digunakan. Sistem hybrid ini didominasi dengan logam, dye cut panel, lampu LED, podium grafis dan dilengkapi dangan meja konter.


Rangkuman

1.    Hal utama yang harus diperhatikan sebelum membuat stand pameran adalah ukuran dan perencanaan.

2.    Stand pameran berdasarkan struktur rangkaian bahan dan desain terdiri dari stand bongkar pasang khusus (knockdown booth), booth partisi, dan booth spesial desain.

3.    Jenis stand berdasarkan tampilan terdiri dari stand 2D, stand 3D dan stage stand.

4.    Jenis stand berdasarkan desain konstruksi yaitu tension fabric display, pop up dan hybrid.

Comments

Popular posts from this blog

KLASIFIKASI TAMU DALAM MICE - Kelas XI UPW Bab 5

GANGGUAN KESEHATAN AKIBAT KERJA - SHKK Kelas X Bab 9