KEGIATAN MICE - Kelas XI UPW Bab 4

 

KOMPETENSI DASAR :

3.4. Menganalisis Kegiatan-Kegiatan MICE

4.4. Mengkategorikan Kegiatan-Kegiatan MICE

TUJUAN PEMBAELAJARAN :

Setelah mempelajari bab ini siswa diharapkan mampu :

1.  mengidentifikasi kegiatan meeting.

2.  menjelaskan bentuk kegiatan Incentive MICE

3.  memahami kegiatan convention MICE

4.  mengetahui kegiatan exhibition MICE

 

MICE diartikan sebagai wisata konvensi dengan batasan usaha konvensi, insentif dan pameran yang merupakan usaha dengan kegiatan memberi jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendekiawan, dan sebagainya) untuk membahas masalah masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

Pada umumnya, kegiatan konvensi berkaitan dengan usaha-usaha pariwisata seperti transportasi, akomodasi, entertaiment, serta perjalanan pra dan paska konferensi (pre and post conference post). Secara mendasar, kegiatan MICE adalah kegialan (event) besar yang melibatkan banyak pihak. Hal ini karena terdapat berbagai macam kegiatan dalam MCE. Lalu, apa saja kegiatan-kegiatan MICE? Pada bab ini akan diahas berbagai macam kegiatan MICE.

A. Kegiatan Meeting

Salah satu unsur MICE yaitu kegiatan meeting. Kegiatan meeting merupakan salah satu aktivitas yang ada dalam rangkaian acara MiCE. Terdapat beberapa macam kegiatan meeting yang dapat dijumpai dalam MICE. Berikut ini merupakan macam-macam kegiatan meeting.

1.   Kegiatan Debat

Kegiatan meeting yang pertama yaitu debat. Kegiatan debat merupakan bentuk pertemuan yang saling mempertahankan argumennya. Kegiatan debat ini dapat djadikan sebagai program MICE.

a.    Memahami debat

Debat merupakan bentuk kegiatan yang saling beradu argumentasi atau pendapat antara dua pihak atau lebih di dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah serta perbedaan. Berikut ini pengertian debat menurut beberapa pihak.

1.    Henry Guntur Tarigan

Menurut Henry Guntur Tarigan, debat adalah suatu kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia untukmenentukan baik tidaknya suatu usulan tertentu yang didukung suatu pihak (pendukung) dan disangkal oleh pihak lainnya (penyangkal).

2.    Asidi Dipodjojo

Menurut Asidi Dipodjojo, debat adalah suatu proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berdebat menyatakan argumen dan alasan dengan cara tertentu agar pihak lain berpihak padanya.

3.    G. Sukadi

Menurut G. Sukadi, debat adalah suatu kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

4.    P.Dori Wuwur Hendrikus

Menurut P. Dori Wuwur Hendrikus, debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan untuk satu pihak.

5.    J.S. Kamdhi

Menurut J. S. Kamdhi, debat adalah suatu pembahasan atau tukar pendapat tentang suatu pokok masalah, dalam hal ini setiap peserta memberikan alasan untuk mempertahankan pendapatnya. Contoh kegiatan debat yang dapat dikelola dalam MICE yaitu debat calon presiden dan wakil presiden serta debat calon gubernur dan wakil gubernur. Kegiataan debat tersebut dapat dikelola menjadi suatu kegiatan MICE yang menarik.

b. Tujuan kegiatan debat

Kegiatan debat dalam rangkaian program MICE pada dasarnya bertujuan mendapatkan dukungan dari argumen yang telah dijelaskan dalam acara. Acara kegiatan debat menjadi daya tarik untuk program MICE apabila dikemas dengan benar sehingga menarik pelanggan.

Tujuan yang ingin dicapai dengan debat bergantung pada peserta dan anggota yang diundang, mosi atau permasalahan, waktu, dan tempat debat.

Debat mempunyai beberapa tujuan berikut:

1.    melatih mental dan keberanian untuk mengemukakan pendapat di hadapan umum;

2.    melatih untuk mempertahankan argumentasi dengan cara yang benar dan beretika;

3.    meningkatkan kemampuan dalam merespons suatu masalah;

4.    melatih untuk bersikap kritis terhadap semua materi yang diperdebatkan;

5.    mengukuhkan pemahaman konsep materi sesuai dengan tema debat; dan

6.    memantapkan pemahaman konsep dari materi yang dipedebatkan.

c.     Ciri-ciri kegiatan debat

Debat adalah kegiatan saling beradu pendapat antar pribadi maupun antar kelompok orang yang bertujuan mencapai kemenangan atau kesepakatan.

Adapun ciri-ciri debat sebagai berikut:

1.    memiliki dua sudut pandang, yaitu afirmatif atau pihak yang menyetujui topik debat dan negatif atau salah satu pihak yang tidak menyetujui adanya topik debat;

2.    adanya proses saling mempertahankan pendapat antarak kedua belah pihak;

3.    saling mempertahankan argumentasinya

4.    hasil debat diperoleh melalui voting dan keputusan juri;

5.    terdapat sesi tanya jawab yang sifatnya terbatas dan bertujuan menjatuhkan pihak lawan; serta

6.    terdapat pihak yang berperan sebagai penengah, yaitu pihak moderator.

d.    Hal-hal yang harus diperhatikan penyelenggara MICE dalam kegiatan debat

Untuk dapat menyelengarakan debat, pihak penyelenggara MICE harus memiliki pengetahuan mengenai ruang lingkup kegiatan debat. Berikut ini hal-hal penting yang harus diketahui mengenai ruang lingkup kegiatan debat.

1.    Fungsi debat

Penyelenggaran acara kegiatan debat harus dapat memahami mengenai fungsi debat itu sendiri. Pada umumnya, kegiatan debat berfungsi sebagai ajang melatih keberanian dalam beragumentasi di depan umum dan melatih berbicara terutama menanggapi argumen lawan bicara.

Debat juga dapat meningkatkan kemampuan merespons suatu masalah dengan cepat dan tepat melalui sikap dan cara berpikir kritis terhadap suatu topik. Selain itu, debat dapat menambah pemahaman suatu konsep atau teori, terutama yang berkaitan dengan materi debat.

2. Peran debat

Debat mempunyai peran yang sangat penting dalam pemutusan perundang-undangan oleh legislatif; dalam bidang hukum misalnya ketika dilakukan pengadilan terdakwa; serta dalam bidang pendidikan dan kegiatan politik seperti penentuan calon maupun kebijakan internal politik, bidang binis, dan perekonomian.

Di negara-negara demokratis seperti Amerika dan Indonesia, debat diperlukan dalam penentuan undang-undang maupun ketika dilakukan amandemen terhadap undang-undang. Masalah yang diangkat di dalam pembahasan amendemen akan diperdebatkan untuk mencari mana argumentasi atau gagasan yang mendekati benar dan paling adil. Debat juga berperan dalam kemajuan bisnis perusahaan khususnya ketika penentuan langkah-langkah visioner untuk memajukan perusahaan.

3.   Etika debat

Kegiatan debat yang dapat menimbulkan ketegangan tinggi antar pihak harus berjalan sesuai dengan etika berdebat. Hal ini harus dipahami dan diperhatikan oleh pihak penyelengara kegiatan debat untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam acara debat. Contoh: seseorang yang tergabung dalam tim debat baik pro, kontra, maupun tim netral harus menjunjung etika atau norma dalam bertanya dan berdebat.

Etika bertanya dalam debat yaitu bersungguh-sungguh dalam mencari data, tidak menguji pembicara, pertanyaan langsung menuju ke focus permasalahan, menyajikan pertanyaan-pertanyaan khusus, menghindari cara berpikir yang salah, tidak menyangkut pautkan prasangka emosional ketika bertanya, dan menunjukkan sikap wajar.

Adapun etika berdebat yaitu memiliki pengetahuan yang baik, pertimbangan dalam mengomunikasikan argumen atau persuasi keterampilan dalam membuktikan kesalahan dan celah, mengerti prinsip-prinsip dalam penyampaian persuasi dan penggunaan argumentasi dalam melemahkan pernyataan lawan, penyampaian pidato maupun argumentasi secara terarah, lancar, dan kuat, serta mengapresiasi fakta.

4.   Unsur-unsur dalam debat

Suatu kegiatan dapat disebut debat jika memiliki beberapa unsur-unsur berikut.

a.    Emosi adalah topik atau bahasan yang akan diperdebatkan dan mempunyai sifat konvensional. Adanya mosi sangat penting karena di dalam sebuah debat terdapat pihak pro dan kontra.

b.    Debat harus memiliki pihak pro atau pihak afirmatif yang setuju terhadap mosi yang telah diberikan. Pihak pro akan memberikan pidatonya terlebih dahulu mengenai alasan mengapa mendukung pernyatan di dalam mosi.

c.     Selain pihak pro juga terdapat pihak oposisi atau pihak kontra yang tidak setuju dengan mosi yang sudah diberikan. Pihak kontra akan menyanggah pernyataan dari pihak afirmatif.

d.    Sebagai penengah antara pihak pro dan kontra, debat harus mempunyai pihak netral atau pihak yang tidak menaruh dukungan dan tidak condong terhadap salah satu pihak.

e.    Dalam debat harus ada moderator yang bertugas memimpin dan mengatur jalannya debat. Tata tertib debat yaitu memperkenalkan masing-masing pihak dan penyampaian mosi akan dilakukan oleh moderator.

f.      Debat juga harus memiliki peserta debat yang nantinya berhak menentukan keputusan akhir bersama juri debat. Dalam beberapa debat, peserta tidak ikut andil dalam penentuan keputusan akhir, namun jika dibutuhkan voting biasanya peserta akan diperhitungkan suaranya.

g.    Unsur yang terakhir yaitu adanya penulis atau notulis acara yang bertugas mencatat hal-hal terkait debat yang sedang berlangsung. Misalnya mosi debat, pernyataan moderator, penyampaian masing-masing tim atau pihak, dan hasil keputusan akhir.

5.    Struktur debat

Debat yang baik harus memenuhi struktur debat yang telah disepakati bersama. Berikut struktur debat yang baik dan benar.

Tim netral.

a.    Melakukan debat merupakan hal utama. Masing-masing tim diharuskan menyampaikan argumentasi maupun sanggahan kepada lawan.

b.    Kesimpulan merupakan hasil akhir debat yang sebelumnya diawali dengan penutup yang disampaikan oleh masing-masing tim.

c.     Keputusan diambil dari hasil voting, mosi, resolusi, dan sebagainya. Jenis keputusan ada tiga, yaitu keputusan oleh para pendengar atau decision by the audience, keputusan oleh hakim  atau decision by judges, dan keputusan dengan kritik atau decision by critique.

6.    Macam atau jenis debat.

Debat memiliki beberapa macam atau jenis yang dikelompokkan berdasarkan tujuan, bentuk, maupun metode yang dilakukan. Berikut ini jenis jenis debat yang sering dikenal:

a.    Debat pemeriksaan ulangan atau cross-examination debating.

Debat pemeriksaan ulangan dilakukan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam debat, diajukan beberapa pertanyaan dari saling memiliki hubungan sehingga menyebabkan individu yang diberi pertanyaan dapat mendukung posisi yang ingin ditegakkan maupun diperkokoh oleh pihak yang memberi pertanyaan.

b.    Debat parlementer atau assembly or parlermentary debating.

Debat parlementer juga dikenal dengan sebutan debat majelis. Fungsi debat perlementer ini yaitu memberikan maupun menambah dukungan pada suatu undang-undang tertentu. Di dalam debat parlementer seluruh anggota debat berhak mengajukan pendapat dan gagasannya apakah ia mendukung atau menentang usul yang telah disampaikan setelah diizinkan oleh majelis debat  dengan disertai alasan yang kuat.

c.   Debat formal

Debat formal juga dikenal dengan sebutan debat konvensional atau debat pendidikan. Debat formal ini bertujuan memberikan kesempatan kepada masing-masing tim pembicara untuk menyampaikan kepada audiens atau peserta debat tentang beberapa argumen maupun gagasan yang dapat menunjang atau menolak usulan. Argumen yang disampaikan harus masuk akal, Jelas, dan menyangkut kebutuhan bersama.

7.   Tata cara melakukan debat

Bagaimana tata cara melakukan debat yang baik dan benar? Berikut ini tata cara yang dapat Anda lakukan:

a.    Memahami dan menjalankan peraturan debat yang telah disepakati oleh peserta dan anggota debat. Jika seorang anggota debat melanggar peraturan akan berpengaruh kepada tim.

b.    Pertanyaan yang diajukan sebaiknya disampaikan dengan profesional, tidak menghina, menguji, maupun merendahkan lawan. Pertanyaan tidak boleh menyerang lawan secara pribadi, namun fokus pada permasalahan yang sedang dibahas.

c.     Ajukan argumen dengan analisis yang kritis, masuk akal, dan runtut. Ketiga hal ini akan lebih baik jika dilakukan dengan kemampuan retorika yang baik.

d.    Dalam menyampaikan gagasan kenali dan pahami kelemahan maupun kelebihan yang dimiliki lawan. Hal ini sangat penting untuk Menyusun strategi debat sehingga efektif dalam menyangkal dan memengaruhi lawan bahkan seluruh peserta debat.

e.    Argumen yang disampaikan tidak perlu terlalu banyak karena waktu yang terbatas. Susun argumen ke dalam poin-poin singkat dan lugas serta merujuk langsung ke permasalahan yang sedang didebatkan.

f.      Memahami dengan baik tentang kesalahan-kesalahan dalam berpikir terutama pada penyelesaian masalah. Hal ini berfungsi mengetahui kelemahan argumentasi yang diberikan oleh lawan.

g.    Menyajikan gagasan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, sertakan juga data-data yang valid yang dapat mendukung argumen atau gagasan.

h.    Buatlah kesimpulan yang menunjukkan pernyataan final dengan kalimat yang lugas dan langsung menuju ke titik celah lawan. Penyampaian kesimpulan tidak perlu terlalu panjang, cukup poin-poin yang menegaskan argumentasi dan disampaikan dengan tegas untuk menunjukkan rasa percaya diri bahwa argumentasi tersebut benar.

2.  Forum

Suatu pertemuan atau bagian dari pertemuan yang menampilkan diskusi terbuka untuk masalah yang sedang menjadi pembicaraan umum/hangat dan menarik untuk dikaji bagi peserta pertemuan.

a. Memahami forum

Forum adalah sebuah sarana komunikasi bagi penggunanya. Di dalam forum tersebut terbagi menjadi sub-sub dari forum. Artinya, di dalam forum tersebut ada pembagian kategori yang dibuat untuk memudahkan penggunanya dalam berinteraksi.

b. Hal-hal yang harus diperhatikan penyelenggara MICE dalam kegiatan forum agar dapat menyelenggarakan kegiatan forum, pihak penyelenggara MICE harus dapat memiliki pengetahuan mengenai ruang lingkup kegiatan forum. Berikut ini hal-hal penting yang harus diketahui mengenai ruang lingkup kegiatan forum.

1.   Komponen forum.

Forum sendiri melibatkan banyak orang, tidak mungkin ada sebuah forum jika hanya ada satu orang di dalamnya. Secara umum, komponen komponen forum diuraikan sebagai berikut.

a.    Presidium/pemimpin sidang

b.    Wakil presidium

c.     Sekretaris

d.    Moderator

e.    Pemateri

f.      Pembedah

g.    Pembanding

h.    Anggota (peserta)

2.   Jenis forum

Secara umum, forum dibagi menjadi dua macam.

a.    Kelompok rapat, artinya tujuan kelompok rapat ini untuk mernyelesaikan suatu perintah/tugas yang berhubungan dengan kedudukan kelompok tersebut. Misalnya rapat kerja, rapat anggota, dan lain lain.

b.    Kelompok diskusi lebih fleksibel. Tujuannya ditentukan oleh anggota kelompok itu sendiri.

3. Etika Forum

Rapat sendiri memiliki etika. Berikut ini etika dalam forum :

a.    lzin menyela saat forum jika ada keperluan mendadak atau disebut dengan point intteruption of privilege.

b.    Izin menyela dalam forum jika ada opini yang bersifat informasi yang perlu disampaikan anggota yang disebut dengan point interruption of information.

c.     Izin menyela jika ada alasan yang perlu disampaikan oleh anggota yang disebut dengan point interruption of clarification.

d.    Izin menyela jika ada bukti tambahan yang perlu disampaikan disebut dengan point interruption of justification.

e.    lzin menyela jika ada usul tambahan yang disebut dengan point interruption of order.

4.   Cara pengambilan keputusan di forum

Etika itu sendiri dibuat supaya jalannya forum tetap terjaga dengan baik. Dalam pengambilan keputusan pun ada beberapa langkah. Berikut ini macam-macam pengambilan keputusan dalam forum.

a.    Keputusan perorangan adalah keputusan yang diambil oleh pimpinan forum.

b.    Keputusan demokratis adalah keputusan yang diambil dari setengah ditambah 1 jumlah suara.

c.     Keputusan suara terbanyak diambil berdasar 2/3 suara terbanyak.

d.    Keputusan hak veto adalah keputusan yang diambil oleh anggota/pihak yang memiliki hak veto. Misalnya ada 4 anggota punya hak veto, ketika satu saja tidak setuju maka keputusan batal

e.    Prinsip aklamasi adalah keputusan yang sah jika semua anggota menyetujuinya.

f.      Keputusan kompromi adalah keputusan akibat dari beberapa usul sehingga menghasilkan keputusan/solusi yang diterima oleh mereka yang berkepentingan.

g.    Prinsip mufakat adalah keputusan yang mana semua anggota tidak ada yang keberatan sama sekali.

3. Jumpa Pers (Press Conference)

Suatu pertemuan khusus yang dihadiri oleh insan media (wartawan surat kabar, majalah, radio, dan TV) dengan sosok public figure (tokoh, artis, dan sebagainya) atau wakil organisasi/asosiasi/lembaga dalam mermberikan informasi/berita yang berkembang di masyarakat atau menyangkut pribadi seseorang.

4. Lokakarya

Kegiatan lokakarya sering disebut dengan istilah workshop. Lokakarya atau workshop merupakan sejenis seminar dengan presentasi dari para pakar dan dilengkapi dengan demo atau peragaan seperti yang diuraikan dalam presentasi makalah terkait yang dilajutkan dengan diskusi kelompok.

 

a.  Ciri-ciri kegiatan workshop

Secara umum, workshop berbeda dengan kegiatan diskusi lain. Mengacu pada arti workshop. Adapun ciri-ciri workshop sebagai berikut.

1.    Kegiatan workshop harus dihadiri oleh beberapa ahli atau pakar di bidang tertentu yang sesuai dengan topik yang akan dibahas

2.    Topik atau masalah yang akan dikupas dalam workshop biasanya sangat fokus dan berasal dari para peserta workshop itu sendiri (life centered).

3.    Kegiatan workshop biasanya dilakukan dengan cara komunikasi dua arah (musyawarah) antara pemateri dan peserta sehingga dibutuhkan keaktifan para peserta agar workshop tidak membosankan.

4.    Kegiatan workshop menggunakan metode resource materials dan resource person. Jadi, para peserta workshop harus berpartisipasi aktif agar kegiatan tersebut dapat mencapai hasil yang baik bagi semua pesertanya.

b.  Tujuan dan manfaat workshop

Pada dasarnya, kegiatan workshop bertujuan memberikan informasi dan pengetahuan baru kepada para peserta sesuai dengan bidang profesinya melalui pelatihan. Misalnya workshop strategi pemasaran online via Google Ads yang dapat dijadikan acuan oleh para pebisnis sehingga dapat memasarkan produknya melalui internet. Kegiatan workshop bermanfaat untuk menambah kualifikasi profesi seseorang sesuai dengan bidang kerjanya.

Dengan katà lain, kegiatan workshop dapat memberikan dan meningkatkan kecakapan serta kualitas diri seseorang. Selain itu, kegiatan workshop juga dapat bermanfaat sebagai wadah dalam membangun kemitraan, kebersamaan, dan kerja sama antar peserta. Kegiatan workshop juga merupakan media yang efektif untuk mendiskusikan dan merumuskan metode strategis serta menyosialisasikan suatu program kepada para pesertanya.

c.   Jenis-jenis workshop

Workshop dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan kategori tertentu. Sesuai dengan arti workshop, adapun jenis-jenis workshop diuraikan sebagai berikut.

1.   Jenis workshop berdasarkan sifatnya

Berdasarkan sifatnya, kegiatan workshop dapat dibedakan menjadi dua jenis.

a.    Workshop mengikat, yaitu jenis workshop yang para pesertanya wajib mengikuti hasil yang diperoleh dari workshop fersebut. Contoh workshop standardisasi ISO.

b.    Workshop tidak mengikat, yaitu jenis workshop yang para peserta tidak wajib mengikuti hasil yang diperoleh dari workshop tersebut. Contoh: workshop mengenai strategi pemasaran online dengan Google Ads.

2.   Jenis workshop berdasarkan waktunya.

Berdasarkan waktunya, kegiatan workshop dapat dibedakan menjadi dua jenis

a.    Workshop beruntun, yaitu jenis workshop yang dilaksanakan selama periode waktu tertentu. Contoh: workshop yang dilaksanakan selama 3 hari berturut turut.

b.    Workshop berkala, yaitu jenis workshop yang dilaksanakan secara berkala dalam jangka waktu tertentu. Contoh: workshop yang diselenggarakan setiap bulan atau setiap enam bulan sekali.

5. Seminar

Pertemuan untuk membahas berdiskusi tentang suatu materi pelajaran/ilmiah di bawah bimbingan profesor/guru atau ahli. Hasil dari pertemuan tersebut dibukukan dan diinformasikan kepada anggota lain.

a.  Memahami seminar

Seminar adalah pertemuan untuk membahas suatu masalah yang dilakukan secara ilmiah. Pada seminar biasanya menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja yang sebelumnya telah dipersiapkan.

Dalam seminar biasanya pembahasan berpangkal pada makalah atau kertas kerja yang sudah disiapkan dan disusun sebelumnya oleh para pembicara. Tema pembahasan harus sesuai dengan permintaan panitia penyelanggara. Inti dari pembahasan yang telah ditentukan sebelumnya akan dibahas oleh pembicara seminar secara teoretis. Jika masalah yang dibahas terlalu luas biasanya akan dibagi menjadi beberapa subpokok pembahasan.

Pada seminar terdapat moderator yang bertugas memandu jalannya acara dan biasanya moderator akan mencatat berbagai inti pembicaran mengenai masalah yang dibahas. Seminar akan diawali dengan sebuah pembahasan mengenai pandangan umum permasalahan yang dibaca oleh moderator sehingga nantinya tujuan dari seminar dapat terarah.

Pembahasan masalah pada seminar umumnya membutuhkan waktu yang lama karena bersifat ilmiah. Jadi, para pembicara harus dapat mengendalikan waktu. Oleh karena itu, hindarilah menjelaskan hal-hal yang tidak terlalu penting. Setelah pembicara menjelaskan permasalahan maka biasanya akan dilanjutkan sesi untuk tanya jawab yang tentunya dipandu oleh moderator seminar. Setelah seluruh pertanyaan terjawab maka moderator akan menyimpulkan permasalahan yang dibahas dan menutup seminar dengan cara untuk memecahkan masalah yang dibahas.

Umumnya, seminar diadakan bukan untuk menetapkan keputusan terhadap masalah yang dibicarakan. Namun seminar diadakan untuk membahas masalah secara menyeluruh dan memecahkan masalah tersebut. Mengadakan seminar akan lebih baik jika terjadi hal-hal berikut:

1.    adanya waktu yang cukup untuk melakukan pembahasan masalah;

2.    masalah sudah dirumuskan sebelumnya;

3.    permasalahan dipecahkan secara sistematis dan menyeluruh;

4.    ketua atau pemimpin seminar sudah memahami metode yang digunakan untuk memecahkan masalah yang dibahas; dan

5.    anggota atau peserta seminar dapat diajak berpikir logis menangani cara pemecahan masalah.

b.  Tujuan dan fungsi seminar

Pada dasarnya, tujuan kegiatan seminar yaitu untuk menyampaikan suatu pendapat atau hal baru kepada para peserta. Dengan demikian, para peserta seminar mendapatkan informasi baru yang dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih luas kepada khalayak. Fungsi seminar secara umum sebagai media untuk menyampaikan informasi atau gagasan baru yang bersifat ilmiah kepada khalayak. Jadi, para peserta dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk menyelesajkan permasalahan yang ada.

Setiap kegiatan seminar pada umumnya diakhiri dengan suatu kesimpulan dan solusi terhadap permasalahan yang dibahas. Solusi tersebut dapat diaplikasikan oleh para peserta seminar dalam kehidupannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Para peserta seminar biasanya akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti bahwa mereka telah memiliki ilmu dan pengetahuan baru di bidang tertentu. Sertifikat tersebut dapat menjadi tambahan kualifikasi komptensi seseorang, baik di dunia kerja maupun profesional.

c.   Ciri-ciri seminar

Seminar memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan kegiatan diskusi lainnya. Merngacu pada pengertian seminar, berikut ini ciri-ciri kegiatan seminar.

1.   Berbentuk forum

Pada umumnya kegiatan seminar berbentuk forum interaksi yang melibatkan sejumlah audiens sehingga terjadi komunikasi dua arah terhadap materi yang disampaikan.

2.   Mengacu pada makalah.

Pembahasan materi seminar mengacu pada makalah atau kertas kerja yang telah disusun dan disajikan oleh para pembicara.

3.   Membahas isu ilmiah

Setiap kegiatan seminar selalu mengangkat isu ilmiah yang aktual sebagai bahan untuk didiskusikan.

4.   Adanya respon dari audiens

Dalam kegiatan seminar, penyanggah utama (biasanya seorang ahli) akan diberikan prioritas untuk merespons isi makalah yang disampaikan oleh pembicara. Selanjutnya, para audiens juga diberikan kesempatan untuk turut serta memberikan pendapat.

d. Pihak yang terlibat dalam seminar

Kegiatan seminar dapat terlaksana atas kerja sama beberapa pihak yang terlibat di dalamnya. Berikut ini pihak-pihak yang terlibat dalam seminar.

1. Pembawa acara

Pembawa acara, yaitu pihak yang membuka seminar, memperkenalkan pemateri, memperkenalkan moderator dan notulen, serta menutup kegiatan seminar.

2.   Moderator

Moderator, yaitu pihak yang bertanggung jawab terhadap proses berjalannya seminar.

3.   Pemateri

Pemateri, yaitu pihak yang menyajikan materi seminar kepada peserta. Biasanya pemateri adalah seseorang yang ahli di bidang tertentu.

4. Audiens

Audiens, yaitu peserta seminar yang mendengarkan materi seminar dan memberikan tanggapan terhadap isi materi tersebut.

5.   Notulen

Notulen, yailu pihak yang bertanggung jawab untuk mencatat dan merangkum hal-hal penting dalam pembahasan materi seminar.

e.   Susunan acara pada seminar

Jika akan menyelenggarakan seminar kelas, pertama-tama susunlah organisasi pelaksanaannya. Seorang diberikan tugas untuk melakukan pembahasan secara khusus dari makalah atau kertas kerja yang sudah disiapkan. Seorang diberi tugas sebagai moderator, lalu yang lainnya dibenkarn tugas sebagai narasumber dan sebagai notulis yang nantinya bertugas menyusun laporan. Susunan acara pada seminar yang umumnya sering dibuat meliputi.

1.    laporan ketua;

2.    penyajian ketua;

3.    pembahasan oleh pembicara;

4.    diskusi atau tanya jawab;

5.    penyimpulan; dan

6.    penutupan,

Seminar merupakan salah satu bentuk diskusi sehingga laporan serminar pun merupakan laporan seperti hasil diskusi. Jadi, laporan seminar harus berisi tentang hal-hal yang memang dianggap penting.

6. Simposium

Suatu pertemuan yang dihadiri oleh para ahli, panelis, dan moderator sebagai pimpinan sidang untuk mengangkat topik-topik hangat dalam masyarakat. Selanjutnya, keputusan dirangkum dalam pokok pikiran yang dibahas secara ilmiah.

7. Pertemuan Kantor

Suatu pertemuan atau persidangan yang diselenggarakan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam asosiasi, perkumpulan, atau perserikatan dengan tujuan mengembangkan profesionalisme, peningkatan SDM (sumber daya manusia), menggalang kerja sama anggota dan pengurus, serta menyebarluaskan informasi/isu-isu terbaru, publikasi, hubungan kemasyarakatan, dan sebagainya.

8. Rapat Meja Bundar (Round Table)

Suatu pertemuan atau rapat untuk membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam suatu instansi/perusahaan/negara. Keputusan yang telah dihasilkan diajukan kepada penyelenggara usaha.

 

B. Kegiatan Incentive

Kegiatan incentive atau travel program merupakan suatu program perjalanan wisata oleh suatu perusahaan sebagai bentuk motivasi atas prestasi dalam kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan.

1. Memahami Kegiatan Incentive

Kegiatan perjalanan diselenggarakan oleh suatu perusahaan, baik di dalam negeri maupun keluar negeri dalam tanggungan perusahaan. Bagi para karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka atau karena mampu mencapai target yang telah ditentukan. Di dalamnya berkaitan dengan penyelenggaraan pertemuan yang membahas perkembangan kegiatan perusahaaan yang bersangkutan.

Incentive kegiatan perjalanan yang semua biaya perjalanannya ditanggung perusahaan/organisasi sehingga dapat digunakan untuk memotivasi karyawan untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja yang diinginkan organisasi, yaitu tercapainya target.

2. Macam-Macam Perjalanan Wisata

Perjalanan wisata ini mempunyai bermacam-macam bentuk yang disesuaikan dengan objek wisata yang ingin dicapai oleh penyusun produk berdasarkan pertimbangan orientasi kepada konsumen. Bentuk-bentuk perjalanan wisata tersebut memberi gambaran yang khas sesuai dengan bentuknya. Beberapa bentuk perjalanan wisata ini dapat dilihat dari penjelasan berikut.

a.  Bentuk perjalanan wisata

Berdasarkan waktu, bentuk perjalanan wisata dibagi menjadi tiga macam.

1.   Tour setengah hari

Tour setengah hari ini ditempuh dalam waktu 3 sampai 5 jam. Berikut ini yang termasuk dalam kelompok tour setengah hari.

a.   Tour pagi hari (morning tour)

Tour ini dilaksanakan pada pagi hari yang dimulai setelah makan pagi dan berakhir sebelum makan siang. Objek wisata yang dikunjung adalah objek wisata yang mempunyai kegiatan pada pagi hari. Misalnya Jakarta Morning Tour mengunjungi Museum Nasional dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

b.  Tour siang hari (afternoon tour)

Tour ini dilaksanakan pada siang hari yang dimulai setelah makan siang dan berakhir sebelum senja. Objek wisata yang dikunjungi adalah objek wisata yang mempunyai kegiatan pada siang hari. Misalnya Jakarta Afternoon Tour mengunjungi TMIl dan Keong Mas dengan Teater IMEX-nya.

c.   Tour senja hari (evening tour)

Tour ini dilaksanakan pada senja hari dengan objek kunjungan daya tarik keremangan senja (siluet) dan gemerlapnya lampu-lampu kota. Tour ini dapat berakhir dengan makan malam, misalnya Palembang Evening Tour perjalanan berkeliling kota melihat matahari terbenam dari Jembatan Ampera dilanjutkan dengan bersampan di Sungai Musi menikmati gemerlapnya lampu Kota Palembang dan Pabrik Pusri.

d.  Tour malam hari (night tour)

Tour ini dilaksanakan pada malam hari, setelah atau termasuk waktu makan malam dan berakhir di tempat kegiatan kehidupan malam (night life). Selain itu, ada juga yang menyebut tour malam hari ini dengan sebutan after dark tour. Misalnya Yogyakarta Nite Tour, perjalanan dimulai setelah malam tiba, makan malam lesehan di Malioboro dan berakhir di Karaoke Club. Spesifikasi tour ini tidak berakhir di hotel, tetapi para peserta bebas untuk menentukan waktu berakhirnya tour tersebut dan pulang sendiri-sendiri.

2.   Tour lebih dari/setengah harí

Lama perjalanan tour ini antara 6-7 jam termasuk waktu makan siang, biasanya tour ini dillakukan setelah makan pagi. Objek wisata yang dikunjugi adalah objek wisata yang mempunyai kegiatan pada pagi hari dan siang hari. Misalnya Bandung Tangkuban Perahu-Ciater Tour, perjalanan yang diadakan mengunjungi Kawah Tangkuban Perahu dan Surmber Air Panas Ciater dengan makan siang di Grand Hotel Lembang dan sebagainya.

3. Tour satu hari (one day/full day tour)

Lama perjalanan tour ini sekítar 8-10 jam, termasuk waktu makan siang. Pada umumnya tour iní dilaksanakan setelah makan pagi dan berakhir sebelum hari gelap. Objek wisata yang dikunjungi adalah objek wisata dengan kegiatan yang dapat dilihat pada pagi dan síang hari. Misalnya Yogyakarta Full Day Tour mengunjungi Museurn Sono Budoyo, Keraton Yogyakarta, dilanjutkan ke Candi Borobudur atau Mendut, serta makan siang di Restoran Dagi Borobudur.

b. Bentuk perjalanan wisata berdasarkan jumlah peserta

Bentuk perjalanan wisata berdasarkan jumlah peserta iní ada tiga macam.

1.   Tour perorangan (individual tour)

Jumlah peserta tour tidak menjadi ukuran tetapi ciri utamanya adalah tidak adanya pimpinan rombongan di antara peserta, misalnya Simon and Party Bali Tour.

2.   Tour rombongan (group tour)

Pada bentuk tour ini sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan kapan sekumpulan wisatawan itu dinyatakan rombongan, tetapi karena perusahaan penerbangan menetapkan 15 orang sebagai rombongan (orang ke 16 bebas pembayaran) maka banyak tour operator mengambil 15 orang peserta tour sebagai batas rombongan.

Ciri utama dari tour rombongan ini adalah di dalam kelompok tersebut terdapat seorang atau lebih pimpinan rombongan perjalanan wisata (tour leader). Misalnya Holland International Group Java Tour.

3.   Tour massa (mass tour)

Apabila tour rombongan berkembang menjadi rombongan dengan peserta yang sangat banyak, terbentuklah tour massa. Hal ini timbul oleh adanya perkembangan dari tour dengan kapal pesiar (cruise adventure tour) yang jumlah pesertanya sangat banyak.

Selain itu, dengan adanya perkembangan alat angkutan udara yang berbadan lebar yang dapat mengangkut penumpang sampai lebih kurang 554 penumpang, misalnya pesawat B. 747. Mengenai berapa jumlah yang disebut sebagai ukuran massa ini tidak ditentukan, namun yang penting adalah bagaimana pengurusannya karena menyangkut jumlah peserta yang banyak. Misalnya Prinsendam Cruise Surabaya Yogyakarta Overland Tour.

Beberapa sifat yang dapat membedakan ketiga jenis perjalanan berdasarkan jumlah peserta.

a.   Ukuran kepuasan

Tentang kepuasan wisatawan yang dirasakan paling tinggi adalah pada individual tour, sedangkan pada group dan mass tour dirasakan kurang memuaskan.

b.  Ukuran harga.

Tentang ukuran harga, individual tour mernpunyai harga yang paling mahal apabila dibandingkan dengan harga group tour. Adapun harga group tour lebih mahal dari mass tour. Namun harga individual tour masih di bawah dari harga cruise adventure tour. Hal ini disebabkan pelayanan yang diberikan kepada peserta cruise adventure itu sangat mewah.

c.   Ukuran kepastian pengurusan

Kepastian perngurusan untuk mass tour merupakan pengurusan yang berkepastian tinggi, persiapannya menyita waktu yang lama, dan memerlukan ketelitian yang tinggi. Pengertian kepastian itu adalah kepastian memperoleh fasilitas perjalanan.

Mengenai kepastian pengurusan grup tidak memakan waktu yang lama sebagaimana halnya pengurusan mass tour. Pada individual tour kepastian kepengurusannya tetap mempunyai syarat yang harus dipenuhi, namun mengenai waktu dan kebutuhan mencari fasilitas tidak sesulit pada mass tour dan group tour.

c.   Bentuk Perjalanan Wisata berdasarkan wilayah.

Bentuk pejalanan Wisata berdasarkan wilayah hanya mencakup wilayah dalam negeri dan wilayah di luar negeri sebagai tempat belangsungnya perjalanan Wisata itu berlangung. Namun berkaitan dengan jenis wisatawannya dapat diuraikan sebagai berikut:

1.    domestic tour

2.    inbound tour dan,

3.    outbound tour/oveseas tour

d.  Bentuk perjalanan wisata berdasarkan tujuan.

Wisatawan mengadakan perjalanan Wisata selain mempunyal tujuan berlibur juga mempunyal tujuan-tujuan lainnya, antara lain sebagai berikut.

1.   Bentuk pejalanan wisata berdasarkan tujuan bisnis.

Seseorang mengadakan perjalanan wisata selain mempunyai tujuan berlibur juga melakukan bisnis. Berikut ini perjalanan wisata yang termasuk dalam kelompok tersebut.

a.   Trade fair tour/expo tour.

Acara perjalanan mengunjungi kegiatan pameran dagang yang ada kaitannya dengan kegiatan usaha dari wisatawan. Diharapkarn setelah mengikuti tour usaha dagangnya akan lebih meningkat. Kunjungan kepada fair itu dimanfaatkan sebagal ajang promosi atau penjualan.

b. Incentive tour

Perjalanan wisata yang diadakan oleh perusahaan bagi para karyawannya sebagal insentif untuk meningkatkan produktivitas kerja para karyawan agar hasil produksi dapat ditingkatkan. Misalnya para karyawan pabrik gula setelah selesal menggiling tebu mengadakan tour atas biaya perusahaan. Hal ini dilaksanakan dengan harapan setelah tour para karyawan mampu meningkatkan produksi.

Dengan adanya perjalanan wisata seperti itu para karyawan akan mempunyai perasaan senang atau bahagia bekerja pada perusahaannya. Mereka tanpa mengeluarkan biaya sendiri dapat menikmati suatu perjalanan. Sebenanya karyawan sendiri kurang mempuyal motivasi untuk mengadakan perjalanannya, motivasinya lebih besar dari pensahaan tersebut. Dalam hal ini perusahaan mengharapkan adanya dampak, yaitu meningkatnya produksi.

c.   Familirization tour

Perjalanan khusus bagi para tour operator atau perusahaan perjalanan yang dirancang untuk lebih mengenal berbagai tujuan wisata beserta fasilitas yang tersedia. Hal tersebut merupakan produk terbaru dari tour operator setempat dengan harapan agar produk tersebut dapat dibeli atau dipromosikan kepada wisatawan di negara peserta tour.

2.   Bentuk perjalanan wisata berdasarkan tujuan kesehatan

Perjalanan wisata dengan tujuan kesehatan dampaknya dapat diperoleh setelah mengadakan perjalanan, yaitu kesehatan bagi para peserta tour. Misalnya tradisi orang Inggris mencari pantai atau orang Eropa belahan utara mencari panas di Mediterania. Contoh lain: orang Jakarta jalan-jalan ke Puncak yang berudara sejuk, semuanya mempunyai harapan akan berdampak yang baik bagi kesehatan.

Banyak orang mengadakan perjalanan untuk berendam di sumber air panas alam dengan tujuan kesehatan. Hal tersebut karena air yang bersuhu panas juga mengandung unsur yang sangat baik bagi kesehatan.

3.   Bentuk perjalanan wisata berdasarkan tujuan olahraga.

Dua bentuk perjalanan wisata dengan tujuanolahraga meliputi

a.   menjadi pemain olahraga; dan

b.  menjadi penonton olahraga,

Kegiatan perjalanan dengan tujuan olahraga merupakan aktivitas tour yang ramai pada saat ini, terutama pada saat puncak event olahraga yang berskala internasional. Para peminat olahraga berbondong-bondong menyaksikan idola mereka bertanding.

4.   Bentuk perjalanan wisata berdasarkan tujuan pendidikan.

Belajar merupakan motif yang cukup tinggi bagi kebanyakan orang untuk melakukan perjalanan. Banyak perjalanan yang dirancang oleh perusahaan perjalanan dengan mengaitkan masalah pendidikan untuk meningkatkan kemampuan peserta tour dalam bidang tertentu.

Saat ini, di Indonesia bentuk perjalanan wisata ini banyak sekali ditawarkan. Misalnya perjalanan ke Inggris untuk belajar bahasa Inggris di Oxford, perjalanan ke Hongkong untuk belajar masakan Tiongkok, perjalanan ke Jepang untuk belajar origami (seni melipat kertas), dan lain-lain.

5.   Bentuk perjalanan wisata berdasarkan tujuan ziarah

Wisata ziarah atau pilgrimage tour ini tujuannya berkaitan dengan agama tertentu dari para peserta. Bentuk perjalanan ini merupakan perjalanan yang mempunyai motovasi yang tinggi. Spesifikasi dari tour ini adalah kepasrahan dari peserta selama mengikuti perjalanan apabila perlu fasilitas tidak menjadi masalah karena tujuan pokoknya adalah mencapai sesuatu menurut keyakinan agama atau kepercayaan.

e.   Bentuk perjalanan wisata berdasarkan penyiapan.

Hal yang menjadi ukuran dari bentuk perjalanan kelompok ini adalah dasar penyiapan dari bentuk perjalanan yang akan dihasilkan. Terdapat tiga bentuk dalam kelompok ini.

1.   Tour yang telah disiapkan dan tour yang disiapkan atas permintaan (ready made tour dan tailor made tour).

2.   Tour yang disiapkan secara reguler dan tour yang disiapkan secara tidak reguler (reguler dan irregular tour).

3.   Tour yang disiapkan secara paket dan tour yang disiapkan secara bebas (package dan independent tour).

f.   Bentuk perjalanan berdasarkan kelas.

Seperti diketahui bahwa tour sebagai produk ditentukan oleh faktor profil wisatawan sebagai konsumen, baik lamanya fasilitas yang digunakan sebagai komponen perjalanan maupun kemampuan biaya yang tersedia. Berdasarkan pertimbangan hal tersebut ada 4 kelas tour yaitu:

1.    kelas deluxe;

2.    kelas standar;

3.    kelas ekonomi; dan

4.    kelas budget.

g.  Bentuk perjalanan wisata berdasarkan minat wisatawan.

Wisatawan sebagai peserta perjalanan merupakan kelompok manusia yang mempunyai minat yang berbeda sesuai dengan kegemaran, profesi, dan pengetahuan yang dimiliki. Tour dapat disiapkan sesuai dengan kelompok wisatawan yang mempunyai minat yang sama.

Bagi kelompok wisatawan ini yang menjadi tujuan adalah tercapainya minat yang diinginkan wisatawan. Jadi, fasilitas bukanlah persyaratan pokok. Bentuk perjalanan wisata ini disebut tour minat khusus.

 

C. Konvensi (Convention)

Industri konvensi merupakan pengembangan dari kegiatan meeting dan dikategorikan sama dengan industri jasa hospitality. Artinya, menitikberatkan pada bisnis manusia "A people business". Dengan demikian, industri konvensi tidak mungkin dinilai keberhasilannya dengan melihat pada indicator tertentu tetapi harus dilihat dari keseluruhan siklus operasional dari tahap awal hingga akhir konvensi.

1. Memahami Konvensi.

Suatu pertemuan dari sekelompok orang (negarawan, usahawan, dan sebagainya) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Agar lebih memahami apa arti konvensi, Anda dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini.

a. Endra Yuda

Menurut Endra Yuda, konvensi adalah aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktik penyelenggaran negara, tetapi sifatnya tidak tertulis.

b.  Sukma Yudha

Menurut Sukma Yudha, konvensi adalah kumpulan norma yang diterima masyarakat dan pemerintah secara umum.

c.   Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, konvensi adalah hukum dasar tidak tertulis yang timbul dan terpelihara dalam praktik penyelenggaraan suatu negara dan ditaati oleh pihak penyelenggara negara sebagai suatu kewajiban moral dan etika.

d.  Richard A. Hildreth

Richard A. Hildreth dalam bukunya The Essential of Meeting Management mengartikan konvensi sama dengan meeting profesional yang merupakan media komunikasi intelektual dan emosional dari dua orang atau lebih yang didesain untuk menjamin keamanan agar tercapai tujuan demi kepentingan bersama.

Pengertian tersebut lebih menitikberatkan pada aspek komunikasi, intelektual dan emosional antar manusia agar setiap orang yang terlibat didalamnya selalu berperan secara aktif.

e.   Direktorat Jenderal Pariwisata

Direktorat Jenderal Pariwisata dalam buku Petunjuk Penyelenggaraan Konvensi di Indonesia 1997-1998 mengartikan konvensi adalah suatu rangkaian kegiatan berkumpulnya sekelompok orang/negarawan/usahawan/cendikiawan/kalangan profesional dalam suatu pertemuan di suatu tempat yang terkondisikan oleh suatu permasalahan dan pembahasan yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian kegiatan konvensi adalah suatu kegiatan pertemuan atau rapat yang dilakukan oleh sekelompok orang (cendekiawan, negarawan, dan usahawan) untuk membahas masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

2. Ciri-Ciri Konvensi

Anda dapat membedakan konvensi dengan aturan lain hanya dengan melihat karakteristiknya. Berikut ini ciri-ciri konvensi.

a.    Isi dan praktik dari konvensi dapat berjalan sejajar dan tidak bertentangan dengan UUD 1945.

b.    Timbul karena kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara berulang kali dalam penyelenggaraan negara.

c.     Konvensi dapat dipakai sebagai pelengkap UUD 1945 karena dapat diterapkan sesuai perkembangan zaman.

d.    Konvensi tidak tertulis dan tidak dapat diadili sehingga pelanggaran yang dilakukan (misalnya oleh pemerintah) tidak dapat diadili atas pelanggaran tersebut.

e.    Meskipun sifatnya tidak tertulis, masyarakat tetap menerima konvensi dan memandangnya sebagai aturan dalam penyelenggaraan negara yang harus dipatuhi.

3. Jenis-Jenis Konvensi

Berikut ini diuraikan jenis-jenis konvensi.

a. Konvensi lokal

Pertemuan ini bersifat lokal dan diselenggarakan oleh kelompok kecil yang potensial serta kemungkinan bersifat mandiri yang mempunyai organisasi dengan pedoman kerja (AD/ART).

 b. Konvensi daerah

Konvensi yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah daerah atau organisasi swasta daerah yang mandiri dengan pedoman kerja (AD/ART) yang kegiatannya untuk memajukan daerah setempat.

c.   Konvensi nasional

Konvensi nasional merupakan jenis aturan tidak tertulis yang ada di dalam suatu negara. Dalam hal ini, pihak-pihak yang terlibat adalah warga negara dan pemerintah di negara tersebut. Konvensi nasional melibatkan para peserta dan penyelenggara pada skala nasional.

Kegiatan ini dapat dilakukan oleh pemerintah, oleh swasta, atau kerja sama kedua belah pihak karena cakupannya lebih luas. Jadi, jenis konvensi ini memberikan dampak yang lebih besar bagi penyelenggara maupun tempat penyelenggaraannya.

d.  Konvensi regional

Penyelenggaran konvensi ini berdasarkan pada letak geografis, yakni negara-negara bertetangga yang sepakat membentuk wilayah untuk kepentingan bersama, contoh: ASEAN.

e.   Konvensi internasional

Konvensi internasional merupakan jenis aturan tidak tertulis yang melibatkan warga negara dan pemerintah dari setiap negara yang ikut menandatangani suatu konvensi. Jumlah negara yang menandatangani suatu konvensiinternasional dapat bertambah dari waktu ke waktu. Misalnya konvensi regional, namun dengan cakupan lebih luas/global meliputi kerja sama antar benua. Contoh: WTO dan IATA.

4. Contoh Konvensi

Agar lebih memahami materi konvensi maka Anda dapat melihat beberapa contoh berikut ini.

a. Konferensi

Suatu pertemuan yang diselenggarakan terutama mengenai bentuk-bentuk tata krama, adat, atau kebiasaan yang berdasarkan mufakat umum, dua perjanjian antara negara-negara, para penguasa pemerintahan, atau perjanjian internasional mengenai topik tawanan perang, dan sebagainya.

b.  Kongres

Pertemuan besar (muktamar) yang sering dilakukan secara rutin dan dihadiri ratusan atau ribuan anggota dari suatu lembaga profesi/partai untuk mencapai suatu mufakat dalam agenda yang telah ditentukan, baik yang bersifat keagamaan, kebudayaan, atau lainnya.

 

D. Exhibition

Exhibition atau pameran merupakan kegiatan menyajikan jenis karya yang diapresiasi oleh masyarakat luas. Jika dipandang dari nilai ekonomis pameran diartikan sebagai suatu kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu produsen, kelompok, organisasi, dan perkumpulan tertentu dalam bentuk menampilkan display produk kepada calon relasi atau pembeli karya seni rupa. Bentuk pameran dalam sudut pandang nilai ekonomis ini berupa show, exhibition, expo, pekan ray, fair, bazar, dan pasar murah.

Hal yang perlu dipahami oleh penyelenggara MICE, bahwa dalam menggelar suatu pameran harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, tersusun secara sistematis, dan logis. Kerja sama dan tanggung jawab panitia sangat mendukung kelancaran kegiatan pameran. Penataan ruang pameran karya seni rupa yang baik akan mendukung kegiatan apresiasi sehingga tercapai tujuan yang diharapkan.

1. Memahami Pameran

Pameran yaitu sebagai kegiatan penyajian visual urntuk menyampaikan ide kreatifrya kepada masyarakat luas. Dengan menampilkan hasil karya di hadapan khalayak umum maka akan mendapatkan penilaian, penghargaan, tanggapan, respons, ataupun kritikan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas karya.

Pameran memiliki makna sebagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka menunjukkan atau menampilkan hasil karya seni seseorang atau sekelompok orang kepada masyarakat umum. Istilah pameran juga digunakan untuk barang barang hasil produksi dengan tujuan mempromosikan barang atau daerah penghasil barang tersebut.

Selain itu, pameran juga merupakan salah satu cara untuk menyajikan hasil-hasil karya seni, baik dua dimensi atau tiga dimensi secara visual. Pengadaan pameran dilakukan untuk mengomunikasikan ide atau informasi kepada orang banyak. Karya-karya yang dapat dipamerkan dapat berupa buatan pabrik atau bentuk kerajinan tangan manusia.

Pameran merupakan bentuk komunikasi antara pencipta karya seni dengan penikmat seni. Pencipta seni mengaktualisasikan ide-ide di dalam dirinya dalam bentuk karya seni, sementara penikmat seni dapat menikmati karya seni tersebut mengapresiasinya dengan memberikan tanggapan atau penilaian.

2. Manfaat Pameran

Pameran di kalangan masyarakat dan dunia pendidikan memiliki banyak manfaat. Berikut ini penjelasannya.

a. Menumbuhkembangkan kemampuan apresiasi terhadap karya.

Sebuah kegiatan pameran pada dasarnya mampu membantu masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam hal mengapresiasikan suatu karya yang dihasilkan oleh para seniman. Selain itu, masyarakat juga dapat mengevaluasi hasil karya yang dihasilkan seseorang secara objektif.

b.  Melatih sikap bekerja sama dengan orang lain.

Sebuah pameran tidak dapat dilaksanakan oleh satu orang saja, namun memerlukan dukungan dari berbagai pihak yang tergabung dalam panitia. Bentuk kegiatan bersama dalam menyelenggarakan pameran tersebut mampu membantu kemampuan seseorang untuk dapat menjalin kerja sama dengan pihak lain sehingga dapat mempertebal pengalaman sosial seseorang.

c.   Melatih sikap mandiri dan tanggung jawab.

Saat pameran dilaksanakan umumnya melibatkan lebih dari satu orang. Dalam hal ini, masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Saling berkoordinasi dalam menciptakan pameran seni rupa yang baik, lancar, dan disukai pengunjung.

Hal tersebut membantu untuk melatih agar dapat lebih bertanggung jawab terhadap tugas-tugas kepanitiaan tersebut. Selain itu, pameran juga dapat melatih seseorang untuk ikut serta dalam menyusun perencanaan suatu kegiatan dan berusaha untuk melaksanakannya dengan sebaik mungkin.

d. Membangkitkan motivasi.

Dalam sebuah pameran, pengunjung datang untuk melihat dan melakukan apresiasi. Kegiatan mengapresiasi karya dapat membantu untuk membangkitkan motivasi, baik bagi masyarakat yang bertindak sebagai apresiator untuk menilai, memahami, menghargai, atau ikut serta dalam menghasilkan karya seni. Apresiasi bagi seniman yaitu untuk lebih meningkatkan kualitas hasil karyanya di kemudian hari.

e.   Menghilangkan stres dan kejenuhan

Setiap orang pasti mengalami stres dan jenuh dengan kegiatannya sehari-hari seperti bersekolah, bekerja, dan aktivitas lainnya, Pameran sangat bermanfaat untuk menghilangkan stres dan kejenuhan seseorang.

Selain mengunjungi tempat-tempat wisata maupun melakukan kegiatan berolahraga, stres dan rasa jenuh juga dapat dihindari dengan menikmati aneka karya seni rupa yang dihasilkan para seniman di seuah galeri atau dalam sebuah pameran. Hal tersebut dapat menekan hormon stres yang ada di otak sehingga dapat menimbulkan efek rileks, tenang, dan damai dalam tubuh.

f.   Sebagai sarana promosi

Pameran dapat menjadi wadah untuk mempromosikan hasil karya yang dihasilkan oleh para seniman kepada khalayak ramai. Dengan keberhasilan promosi dalam bentuk pameran tersebut akan mampu memberikan keuntungan dalam berbagai hal, baik dari segi ekonomi maupun perbaikan kualitas hasil karya selanjutnya.

3. Fungsi Pameran

Pameran mampu membangkitkan apresiasi para pengunjung yang menikmati karya tersebut. Kegiatan pameran merupakan wahana untuk menumbuhkembangkan apresiasi para pelajar tehadap seni. Berikut ini fungsi keseluruhan dari pameran seni rupa dua dan tiga dimensi hasil modifikasi.

a. Fungsi apresiasi

Pameran berfungsi sebagai media bagi masyarakat untuk dapat ikut menilai, menghargai, memahami, maupun menikmati hasil karya seorang seniman. Hal tersebut akan berdampak pada timbulnya rangsangan positif agar lebih aktif dalam berkreasi.

b. Fungsi motivasi

Pameran dapat dijadikan sebagai ajang untuk membangkitkan motivasi, baik bagi pengunjung maupun bagi pencipta karya untuk lebih aktif dalam berkarya sehingga tercipta karya yang lebih berkualitas. Secara tidak langsung, manfaat pameran seni rupa juga dapat memberikan hal yang positif terhadap lingkungan.

c.   Fungsi edukasi

Dalam sebuah pameran juga terdapat nilai edukasi yang terkandung di dalamnya, yaitu dapat mendidik seseorang akan sebuah nilai keindahan dari seni budaya serta dapat menjadi wahana pelatihan kepekaan cipta, rasa, dan karsa yang pada akhirnya dapat mendorong seseorang untuk lebih kreatif. Hal tersebut juga termasuk salah satu manfaat pameran seni rupa yang dapat dijadikan sarana pendidikan bagi anak-anak dan pelajar.

d.  Fungsi komunikasi

Pameran dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi antara seniman (pencipta karya seni) dengan masyarakat atau pengunjung yang bertindak sebagai apresiator (menilai kualitas dari hasil seni yang dihasilkan oleh para seniman).

e.   Fungsi rekreasi

Pameran seni rupa dapat dijadikan sebagai wahana hiburan, baik bagi pengunjung pameran maupun bagi pencipta karya tersebut. Hal tersebut dapat menciptakan rasa damai, kesenangan, dan kepuasaan hati

4. Menyelenggarakan Pameran

Dalam sebuah pameran, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan supaya sebuah pameran sukses dan berjalan seperti yang diharapkan. Kunci sukses sebuah pameran yaitu terdapat pada perencanaan pameran yang disusun secara sistematis. Pameran seni rupa yang baik berupa sebuah kegiatan pameran yang dapat mencapai tujuan dari diadakannya pameran tersebut. Langkah-langkah dalam perencanaan pameran antara lain sebagai berikut.

a.  Menentukan tujuan

Langkah paling awal dalam perencanaan pameran adalah menetapkan tujuan pameran. Sebuah pameran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan ide atau gagasan kepada publik melalui media karya seni.

Pada dasarnya, menetapkan tujuan pameran merupakan hal paling utama dalam perencanaan kegiatan pameran seni rupa. Penyelenggaraan pameran dapat bertujuan menggalang dana yang bersifat komersial, sosial, atau kemanusiaan.

b. Menentukan tema pameran

Setelah menetapkan tujuan pameran seni rupa, langkah selanjutnya menentukan tema pameran. Langkah penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tuiuan yang akan dicapai. Dengan adanya tema dapat memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan. Dengan penentuan tema tersebut, akan lebih mudah menentukan jenis karya yang akan dipamerkan.

Contoh: apabila tujuan pameran tersebut untuk meningkatkan apresiasi terhadap karya yang dihasilkan oleh para pelajar atau siswa. Tema pameran dapat berupa ajakan untuk mencintai seni rupa karya siswa dan daerah setempat, dapat berbentuk dua dan tiga dimensi.

c.   Menyusun Kepanitiaan

Pada sebuah pameran, panitia harus dapat bekerja sama dengan baik. Jika tidak, sebuah pameran tidak berjalan dengan lancar. Dalam hal ini, pembentukan panitia sangat penting karena perlu adanya pembagian tugas dalam penyelenggaraan pameran.

Pada kepanitiaan sebuah pameran, setiap seksi harus bertanggung jawab pada bidang tugas dan pekerjaannya masing-masing. Selain itu, semua seksi harus berkoordinasi dengan ketua panitia. Ketua panitia adalah seseorang yang bertanggung jawab akan berhasil tidaknya penyelenggaraan pameran.

Adapun susunan panitia pameran dapat disusun sebagai berikut:

1.    pelindung;

2.    pembina atau penasihat;

3.    ketua panitia;

4.    wakil ketua;

5.    sekretaris;

6.    bendahara; dan

7.    koordinator seksi.

d. Menentukan waktu dan tempat

Waktu merupakan bagian penting dalam perencanaan pameran. Dalam penyelenggaraan pameran perlu dipilih waktu yang tepat agar banyak pengunjung yang datang ke pameran. Contoh: dalam pameran di masyarakat kapan saja dapat dilaksanakan, tetapi bagi pameran di sekolah hendaknya pemilihan waktu pameran pada akhir semester atau menjelang hari libur sekolah karena sudah tidak ada kegiatan belajar-mengajar.

Adapun bagi tempat penyelenggaraan pameran dapat di lingkungan masyarakat atau di sekolah seperti di gedung serbaguna, galeri, museum, hotel, pendopo, kelurahan, atau kecamatan. Ruang pameran harus dapat memberikan suasana yang dikehendaki agar komunikasi antara pengunjung dengan penyelenggara pameran dapat berjalan dengan baik.

e.   Menyusun agenda kegiatan

Penyusunan agenda kegiatan bertujuan memberikan kejelasan waktu pelaksanaan dan tahapan kegiatan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran. Agenda kegiatan dapat disusun dalam sebuah tabel dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu (biasanya dalam bulan, minggu, dan tanggal).

f.   Menyusun proposal kegiatan

Proposal kegiatan merupakan usulan tertulis untuk melakukan satu kegiatan yang ditujukan pada pihak tertentu. Proposal kegiatan perlu dibuat karena sangat bermanfaat dalam kegiatan pameran karya seni rupa. Proposal kegiatan digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran.

Proposal kegiatan dapat dimanfaatkan untuk mencari dana dari berbagai pihak seperti sponsor kegiatan dan membantu kelancaran penyelenggaraan pameran. Bagian proposal kegiatan secara umum memilliki sistematika antara lain latar belakang, tema, nama kegiatan, dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dan sebagainya.

5. Unsur-Unsur Penyelenggaraan Pameran

Kegiatan pertama sebelum melaksanakan pameran perlu memperhatikan unsur-unsur dalam menyelenggarakan sebuah pameran. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyelenggarakan pameran.

a.  Tema pameran

Tema pameran dapat diambil dari peristiwa penting atau hari-hari tertentu.

b. Materi pameran

Materi pameran dapat diperoleh dari kumpulan karya yang sudah diseleksi.

c.   Tempat pameran

Diusahakan memenuhi unsur-unsur meliputi bersih, cukup cahaya, dan tempat parkir aman dari gangguan cuaca maupun manusia.

d. Waktu pameran

Ketersediaan waktu dipilih yang sekiranya tidak mengganggu.

e.   Panitia pameran

      Penyusunan panitia terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi.

f.   Anggaran pameran

Biaya pameran harus diperhitungkan secara cermat sehingga perlu dibuat estimasi anggaran.

g.  Perlengkapan ruang pameran

Ruang pameran yang baik harus terdapat perlengkapan-perlengkapan pameran di dalamnya. Adapun contoh perlengkapan pameran ini antara lain display yang berisi barang pameran, pencahayaan di ruang pameran, maupun meja-meja sebagai tempat barang yang dipamerkan.

h. Publikasi

Pengumuman tentang pameran juga diperlukan agar diketahui masyarakat seperti memasang spanduk, poster, dan sebagainya.

i.    Tata hias atau dekorasi.

Tata hias atau dekorasi adalah opsional dapat dilakukan untuk memperindah tata ruangan pameran.

6. Tata Cara Penyelenggaraan Pameran

Ketika unsur-unsur sudah memenuhi, langkah selanjutnya yaitu menyelenggarakan pameran tersebut di sekolah. Syarat-syarat untuk melakukan kegiatan menyelenggarakan pameran di sekolah dipaparkan sebagai berikut:

a.    mengumpulkan karya yang akan dipamerkan;

b.    menyiapkan penjaga pameran

c.     menyiapkan ruang atau tempat dan perlengkapan pameran; dan

d.    menata karya-karya yang akan dipamerkan.

Dalam menata karya-karya yang akan dipamerkan perlu diperhatikan beberapa hal berikut:

1.    memperhitung kan warna;

2.    mengelompokkan atas dasar bahan baku karya;

3.    meletakkan karya tidak terlalu berdekatan sehingga memungkinkan lebih luasnya sudut pandang bagi setiap karya tiga dimensi; serta

4.    menyiapkan publikasi dan dokumentasi pameran.

7. Tahap Pemyelenggaraan Pameran

Berikut ini merupakan tahapan penyelenggaraan pameran.

a.  Perencanaan

Hal-hal yang perlu dibahas dalam perencanaan yaitu tema, materi, tempat, waktu, panitia, anggaran, sarana dan prasarana, publikasi, dokumentasi, serta tata hias.

b.  Pelaksanaan

Apabila persiapan pameran telah lengkap, pameran siap dilaksanakan atau dibuka secara resmi. Acara pembukaan biasanya berisi sambutan dari pihak penyelenggara atau ketua panitia.

c.   Penutupan

Penutupan kegiatan pameran dapat berupa evaluasi kerja panitia dan pembubaran panitia. Setelah penyelenggaraan pameran biasanya ada kritik-kritik dari kritikus seni yang berfungsi membangun agar karya atau penyelenggaraan pameran berikutnya dapat berjalan lebih baik. Secara umum, tahapan melakukan kritik seni adalah deskripsi, analisis formal, interprestasi, dan evaluasi atau penilaian.

 

Rangkuman

Salah satu unsur MiCE yaitu kegiatan meeting. Kegiatan meeting merupakan bentuk kegiatan yang terdapat dalam rangkaian acara MICE.

Debat merupakan bentuk kegiatan yang saling beradu argumentasi atau pendapat antara dua pihak atau lebih dalam mendiskusikan serta memutuskan masalah dan perbedaan.

Forum adalah sebuah sarana komunikasi bagi penggunanya. Di dalam forum tersebut terbagi menjadi sub-sub dari forum, maksudnya di dalam forum tersebut ada permbagian kategori yang dibuat untuk memudahkan penggunanya dalam berinteraksi.

Lokakarya atau workshop merupakan sejenis seminar dengan presentasi dari para pakar dan dilengkapi dengan demo atau peragaan seperti yang diuraikan dalam presentasi makalah terkait yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok.

Seminar adalah pertemuan untuk membahas suatu masalah yang dilakukan secara ilmiah. Dalam seminar biasanya menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja yang sebelumnya telah dipersiapkan.

Kegiatan incentive atau travel program merupakan suatu program perjalanan wisata oleh suatu perusahaan sebagai bentuk motivasi atas prestasi dalam kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan.

Kegiatan konvensi adalah suatu kegiatan pertemuan atau rapat yang dilakukan oleh sekelormpok orang (cendekiawan, negarawan, dan usahawan) untuk membahas masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

Pameran yaitu kegiatan penyajian visual untuk menyampaikan ide kreatifnya kepada masyarakat luas. Dengan menampilkan hasil karya di hadapan khalayak umum sehingga akan mendapatkan penilaian, penghargaan, tanggapan, respons, ataupun kritikan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas karya.

 

******

Comments

Popular posts from this blog

KLASIFIKASI TAMU DALAM MICE - Kelas XI UPW Bab 5

Gambaran Umum tentang Hygiene, Sanitasi, dan Keselamatan Kerja - SHKK SMK KELAS X BAB 1(P 1)

GANGGUAN KESEHATAN AKIBAT KERJA - SHKK Kelas X Bab 9